Pemerintah Kota Padang bekerjasama dengan akademisi khususnya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi untuk mendukung program Kampung Tematik dan telah menetapkan lokasi dan tema Kampung Tematik di 11 kecamatan di Kota Padang.
Beberapa waktu yang lalu Hendri Septa menyampaikan program pembangunan kampung tematik ini bertujuan untuk mengembangkan ekonomi lokal masyarakat berdasarkan potensi wilayah yang dimiliki.
Sehingga diharapkan nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal setempat sesuai dengan potensi yang ada di wilayahnya masing-masing.
“Maka dari itu, kita berharap dukungan dan sinergi dari semua pihak untuk percepatan pengembangannya,” ujar Hendri Septa.
Hendri juga menuturkan dikesempatan yang sama, perguruan tinggi banyak memiliki sumber daya yang dapat mendorong percepatan pembangunan kampung tematik melalui kegiatan tri dharma perguruan tinggi salah satunya pengabdian kepada masyarakat.
Pertemuan yang dilaksanakan selasa (31/5), di kantor Lurah Batu Gadang yang dihadiri oleh perwakilan masing masing RT dan RW yang ada di kelurahan Batu Gadang memberikan gambaran jelas tahapan dari program yang akan dilakukan di kampung tematik.
Setiap orang dari perwakilan RT dan RW memberikan masukan kepada tim pengabdian Fateta kondisi dan potensi dari wilayah kelurahan Batu Gadang, sehingga program yang akan dilaksanakan bisa terlaksana sesuai dengan yang direncanakan.
Tim pengabdian Fateta Unand yang diwakili oleh Rahmi Awalina dan Wellyalina juga menyampaikan harapan kegiatan ini mendapat dukungan semua pihak terlebih dari setiap elemen masyarakat di Batu gadang agar semua program juga dapat berdampak baik kepada masyarakat.
Rahmi menambahkan sebenarnya kelurahan Batu Gadang memiliki potensi yang banyak bisa dikembangkan mulai dari usaha kuliner seperti kerupuk sampai potensi wisata seperti Ngalau Baba yang sampai sekarang masih banyak dikunjungi masyarakat khususnya pecinta alam dan mapala.
Baca Juga: PMK Serang Ternak, Dokter Hewan Sarankan Iduladha Lakukan Kurban Online
"Hal ini patut mendapat dampingan sehingga dapat meningkat perekonomian masyarakat setempat," tutur Rahmi diakhir pertemuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten