/
Selasa, 22 November 2022 | 16:25 WIB
Penampakan saat polisi mengglar olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus meninggalnya satu keluarga di Kalideres. (Suara.com/Yaumal)

Ranah.co.id - Belum tuntas mengungkap teka-teki misteri meninggalnya satu keluarga meninggal di Kalideres, Jakarta Barat, pada Kamis (10/11/22) lalu, kini publik dihebohkan dengan kemunculan fakta baru.

Diketahui, ada empat jasad yang ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan mengering di dalam rumah. Mereka adalah Rudiyanto (71) suami, Margareta (68) istri, Dian (42), dan Budiyanto (69) ipar.

Menilik hal tersebut, kini sejumlah fakta perlahan terungkap. Mulai dari dugaan pengikut aliran apokaliptik dan menjalani ritual Santhara, hingga yang terbaru terungkap sejumlah perilaku janggal dari anggota keluarga tersebut.

Mulai dari beri susu hingga sisiri rambut ibu yang sudah jadi mayat. Berikut perilaku aneh dari keluarga yang meninggal di Kalideres dikutip dari Suara.com, Selasa (22/11/22).

1. Pegawai Koperasi Simpan Pinjam Cium Bau Busuk pada 13 Mei

Hal mengagetkan datang dari kesaksian seorang pegawai koperasi simpan pinjam yang mengungkapkan bahwa dirinya melihat mayat dalam rumah di kawasan Perumahan Citra Garden tersebut.

Diketahui, pegawai tersebut datang ke kediaman korban pada Jumat (13/5/22), karena diajak oleh mediator jual beli rumah untuk menggadaikan sertifikat rumah. Sang mediator mengaku bahwa sudah putus asa karena tak kunjung berhasil menjual rumah itu.

Pada saat kedatangannya di rumah tersebut, pegawai koperasi simpan pinjam bersama rekannya langsung disambut oleh bau busuk. Dirinya pun sempat menanyakan dari mana bau itu berasal, namun penghuni rumah mengatakan bahwa itu adalah bau got.

Tanpa ada rasa curiga, pegawai koperasi simpan pinjam itu lantas masuk dan menanyakan terkait sertifikat rumah. Kemudian diketahui bahwa rumah tersebut milik Reny Margareta.

Baca Juga: Ayu Dewi Rela Diselingkuhi Tapi Tak Mau Dipoligami, Memangnya Apa Dampak Buruk Jadi Istri Pertama?

Lantas pegawai koperasi simpan pinjam itu menanyakan keberadaan Margaret, dan kemudian diantarkan ke sebuah kamar oleh anak dari yang bersangkutan. Lagi-lagi, dirinya mencium bau busuk ketika membuka pintu kamar.

2. Dian Minta Lampu Tak Dinyalakan karena Ibu Sensitif Cahaya

Anak dari Reny Margaret, Dian, meminta pegawai koperasi simpan pinjam itu untuk tidak menyalakan lampu, dengan alasan sang ibu sensitif terhadap cahaya.

Kemudian, pegawai itu berusaha membangunkan Margaret untuk menanyakan perihal sertifikat rumah.

Pegawai koperasi simpan pinjam itu mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyentuh tubuh Margaret, yang tidak seperti tubuh normal manusia. Merasa curiga, pegawai itu lantas menyalakan flash dari ponselnya dan terkejut sebab tubuh Margaret sudah jadi mayat.

3. Budiyanto Minta Pegawai Koperasi untuk Tak Melapor

Pegawai koperasi simpan pinjam beserta rekannya kemudian memutuskan untuk pergi dari kediaman Reny Margareta.

Pegawai itu mengaku sempat dikejar oleh suami Margaret, Budiyanto, dan memohon agar dirinya tidak melaporkan temuannya di dalam rumah tersebut ke polisi.

4. Dian Sebut Ibunya Masih Hidup

Meski ditemukan sudah membusuk, Dian (anak Margaret) menyangkal bahwa ibunya sudah meninggal, dan tetap merawatnya seperti masih hidup.

Kendati demikian, pegawai koperasi itu menyalakan flash pada ponselnya untuk melihat kondisi Margaret. Dan terkejut menemukan tubuh tersebut sudah menjadi mayat. 

"Tanpa sepengetahuan Dian, pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash HP-nya, begitu dilihat langsung yang bersangkutan (pegawai koperasi) teriak takbir, 'Allahu Akbar, ini sudah mayat' di tanggal 13 Mei," ungkap Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengulangi keterangan dari saksi.

5. Beri Susu ke Sang Ibu

Tegas menyebut bahwa ibunya masih hidup, Dian bahkan sempat mengaku masih memberikan minum susu kepada sang ibu.

"Pegawai koperasi simpan pinjam ini menyatakan ini sudah menjadi mayat, jawaban daripada Dian 'ibu saya ini masih hidup, tiap hari masih saya berikan minum susu," ungkap Hengki.

6. Sisiri Rambut Sang Ibu

Tak hanya memberi minum susu kepada mayat sang ibu, Dian mengungkapkan bahwa dirinya juga menyisiri rambut ibunya yang rontok semua itu.

7. Banyak Nangis dan Bengong

Menurut keterangan pegawai koperasi simpan pinjam itu, hal aneh lainnya yang ditunjukkan Dian yaitu dirinya kerap terlihat bengong dan menangis.

"Kalau disampaikan pihak saksi seperti banyak bengongnya, kemudian menangis dan menganggap ibunya tetap hidup, tiap hari dikasih minum susu, dimandikan, seperti itu," ujar Hengki.

8. Komunikasi Searah, Ditemukan Banyak Kata Negatif

Fakta lainnya ditemukan Hengki melalui digital forentsik. Dirinya menjelaskan hanya ada dua ponsel yang digunakan oleh empat orang di dalam rumah tersebut. Satu ponsel digunakan untuk dua orang, yang diperkuat dengan data Peduli Lindungi yang ada di dalam ponsel tersebut.

Komunikasi satu arah itu terjadi dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Hengki turut membeberkan bahwa banyak ditemukan kata-kata yang bersifat negatif dalam ponsel tersebut.

"Ini banyak sekali kata-katanya berisi tentang emosi yang bersifat negatif yang sekarang masih didalami oleh pihak psikologi forensik melaksanakan autopsi psikologi baik terhadap fenomena yang terjadi di kamar tadi maupun yang ada di hp," beber Hengki. (Syifa Aisyah Putri/Mg3)

Load More