Ranah.co.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) terus memonitoring pergerakan satwa akibat adanya erupsi Gunung Marapi atau meningkatnya aktivitas vulkanologi.
Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono mengatakan, satwa biasanya akan bermigrasi jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanologi pada gunung api aktif.
"Prilaku satwa yang berada di kawasan hutan gunung api, apalagi sampai bermigrasi, itu biasanya memang sering terjadi," ujar Ardi dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (9/1/2023).
Lalu, menurut Ardi, berdasarkan catatan BKSDA Sumbar, belum ada migrasi satwa akibat eruspinya Gunung Marapi tersebut.
Biasanya, sebut Ardi, migrasi akan terjadi jika aktivitas vulkanologi tinggi sekali. "Satwa yang paling sensitif bila ada aktivitas gempa adalah kelelawar dan burung. Tapi hingga saat ini kami belum melihat kedua satwa tersebut memperlihatkan pergerakan, semua masih normal," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi, Teguh Purnomo mengatakan, berdasarkan catatan, erupsi ke-57 terjadi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 250 di atas puncak.
"Kolom abu teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, condong ke arah timur dan tenggara," ujar Teguh dikutip dari kerangan tertulisnya, Senin (9/1/2023).
Menurut Teguh, erupsi yang terekam di eismogram dengan amplitudo maksimum 3.2 mm dan durasi kurang lebih satu menit satu detik.
"Saat ini Gunung Marapi masih berada pada status level II atau waspada. Masyarakat di sekitar Gunungapi Marapi dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunungapi Marapi pada radius tiga kilometer dari kawa atau puncak," katanya.
Baca Juga: Sentralisasi Pemasaran Dorong Peningkatan Kinerja Pupuk Indonesia
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan
-
Pemerasan Modus Kencan via MiChat, 5 Orang Dibekuk Polisi Pekanbaru
-
Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal
-
Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol