Ranah.co.id - Upaya mendukung percepatan penanganan darurat gempa magnitudo 7,5 di Maluku, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) untuk para korban terdampak.
Bantuan tersebut dibagi dalam beberapa bagian, di antaranya diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku senilai senilai Rp500 juta.
Lalu, untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanimbar Rp250 juta dan Pemkab Maluku Barat Daya senilai Rp250 juta.
Selain itu dan siap pakai, BNPB juga menyerahkan bantuan senilai Rp650 juta untuk kebutuhan logistik dasar permakanan, dengan rincian Rp150 juta untuk Pemprov Maluku, untuk Tanimbar dan Maluku Barat Daya masing-masing Rp250 juta.
"BNPB juga menyerahkan bantuan logistik perlengkapan juga diberikan dengan rincian masing-masing 1.000 selimut dan matras serta 50 tenda keluarga untuk Pemprov Maluku," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/1/2023).
Bantuan logistik lainnyajuga diserahkan ke Tanimbar dan Maluku Barat Daya, masing-masing mendapatkan 1.000 selimut, 1.000 matras dan 25 tenda keluarga.
Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto mengatakan, bahwa secara geologis, wilayah Provinsi Maluku merupakan kawasan dengan aktivitas tektonik dan kegempaan serta tsunami paling aktif di Indonesia.
“Hal ini menjadi penting bagi kita, bahwa kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami di Provinsi Maluku merupakan hal yang wajib karena memang kita hidup di kawasan tektonik aktif,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, bentuk mitigasi yang paling utama untuk bencana gempa bumi, yaitu penguatan bangunan agar lebih tahan gempa.
Baca Juga: Bocoran Cerita Series Jodoh atau Bukan Episode 1, Tayang Perdana Hari Ini
“Bukan gempa yang membunuh, tetapi reruntuhan bangunan yang tidak tahan gempa,” ucapnya.
Lalu, Suharyanto meminta agar pemerintah setempat juga lebih cepat mendata warga yang terdampak, karena setelah masa darurat, akan ada masa transisi hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
"Pednataan harus cepat dilakukan agar pemulihan pascabecana juga lebih cepat. Pendataan harus spesifik langsung by name by address, semakin cepat pendataannya maka singkat juga penderitaan yang dirasakan warga terdampak," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal
-
Sering Kagok saat Ada Rintangan Mendadak? Ini 3 Teknik Dasar Berkendara Motor yang Wajib Dikuasai
-
Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol
-
Hearts2Hearts dan Youth Culture yang Terus Berkembang, dari Gaya Hidup hingga Tren Makanan
-
Gurihnya Bebek Goreng Mas Budi, Kuliner Lokal Semarang yang Tumbuh Bersama Ekosistem Digital