/
Rabu, 01 Februari 2023 | 14:10 WIB
Ilustrasi penculikan anak. (SHutterstock)

Ranahco.id - Kabar penculikan seorang murid Sekolah Dasar di Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) ternyata tidak benar. Polisi pun tidak menemukan satu pun bukti petunjuk dugaan penculikan tersebut.

Kapolsek Gunung Talang AKP Aam Hermayanto mengatakan, bahwa anak  yang dilaporkan korban penculikan berbohong kepada orang tua karena takut dimarahi. 

Kemudian terang Hermayanto, pada hari dilaporkan diculik, ternyata anak tersebut tidak masuk sekolah. 

"Karena takut dimarahi. Mungkin sering cekcok keluarganya. Dan ibu kandungnya sering marah kepada anaknya," beber Hermayanto, Rabu (1/2/2023). 

Hermayanto mengungkapkan pihaknya sebelumnya juga telah melakukan penyelidikan memastikan kabar penculikan ini, pasca orang tua membuat laporan.  

Hasil penyelidikan terang Hermayanto, pihaknya tidak menemukan satu pun bukti adanya kasus penculikan. 

"Kami berangkat ke TKP. Kemudian di TKP kami melakukan mencari saksi-saksi dan melihat keberadaan CCTV," bebernya.

Hasil penyelidikan ini, terang Hermayanto, kemudian disesuaikan dari hasil wawancara terhadap anak. Begitupun terhadap pengakuan parkirnya mobil grandmax yang menjadi kendaraan penculikan. 

"Semuanya tidak ada satu pun bukti petunjuk dugaan penculikan tersebut. Kemudian keluarga tadi malam juga menyatakan semua rekayasa," tuturnya.

Baca Juga: Persebaya Tantang Borneo FC, Aji Santoso Waspadai 3 Pemain Lawan

Sebelumnya, Kapolres Solok, AKBP Apri Wibowo, mengatakan kabar penculikan anak tersebut masih simpang-siur atau belum jelas kepastian. 

"Apakah anak ini ngarang-ngarang atau gimana. Masak iya diculik 4 orang bisa lari. Isu masih simpang siur," ujar Apri.

Apri sendiri heran kabar isu penculikan ini cepat sekali beredar di grup WhatsApp. Padahal kasus ini masih belum ada kejelasan pasti. 

"(Kemungkinan) anak ini bolos sekolah," bebernya. (Irwanda Saputra)

Load More