Ranah.co.id - Seorang anak yang diduga korban pencabulan di Kota Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) diintimidasi. Bahkan, annak perempuan yang masih duduk di bangu Sekolah Dasar (SD) itu dipaksa bersumpah menggunakan Alquran.
Intimidasi terhadap anak diduga korban pelecehan seksual itu juga tersebar di media sosial berupa video berdurasi 1 menit 34 detik.
Dalam video itu, terlihat sang anak didampingi seorang perempuan yang diduga ibu kandungnya. Lalu, juga terdengar suara seorang perempuan bertanya kepada anak tersebut terkait kasus pencabulan yang dialami.
Sembari bertanya, perempuan itu juga meminta sang anak dengan Alquran di atas kepala untuk jujur. Anak dugaan pencabulan yang menegnakan seragam sekolah itu terlihat tertunduk.
"Kalau jujur di SD disayang orang. Tapi kalau bohong se-SD dibenci orang. Jujur!," ucap perempuan sebagaimana terdengar di video tersebut.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Pariaman, AKP Muhammad Arvi mengatakan, pihaknya sedang mendalami dan mempelajari video itu, dan akan menggandeng Komisi Pelindung Anak Indonesia (KPAI).
"Video itu sedang kami pelajari dan analisa bersama KPAI. Sedang kami kaji apakah ada unsur pidana dalam video itu," jar Arvi sebagaimana dikutip dari sumbar.suara.com, Rabu (1/3/2023).
Dikatakan Arvi, rekaman video itu terindikasi aksi intimidasi terhadap korban. Padahal, dalam proses penyelidikan dan visum, telah terbukti kekerasan seksual dialami oleh korban.
"Yang disuruh sumpah itu adalah korban pencabulan dari paman kandungnya sendiri. Paman kandung korban berinisial MK (39) sudah kami amankan di Polres Pariaman," ucapnya.
Baca Juga: Hempaskan Ahok hingga AHY, Ridwan Kamil Melambung Tinggi di Bursa Cawapres
MK, kata Arvi, ditangkap 20 Februari 2023. Selama proses penyelidikan, menurut Arvi, terdapat sejumlah pihak yang menolak penetapan tersangka.
"Ini ada yang tidak menerima penetapan tersangka. Sehingga melakukan tindakan yang tidak mendukung penyelidikan kami. Ada beberapa orang yang datang ke kantor kami, ada yang intimidasi korban. Ini video yang video intimidasi korban sedang kami pelajari," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Berapa Rakaat Salat Idulfitri? Ini Tata Cara, Niat, dan Jumlah Takbir
-
Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
-
Mudahnya Top-up BRIZZI saat Mudik, Perjalanan Jadi Nyaman
-
Siskaeee Geram Pelaku Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Belum Ditangkap: Giliran Bokepku Bisa!
-
Promo Diskon Spesial Solaria Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Swiss Open 2026: Terhenti di Semifinal, Amri/Nita Beberkan Akar Masalahnya
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
BMKG Ingatkan Pemudik Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2026
-
BTN Ubah Strategi, Tak Lagi Sekadar Bank KPR tapi Jadi Penyedia Solusi Finansial
-
9 Kelezatan Masakan Khas Jawa Wajib Coba Saat Lebaran