Suara.com - Dalam kalender hijriah, bulan safar adalah bulan kedua setelah Muharram. Dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), tanggal 1 Safar 1446 H jatuh pada Senin, 5 Agustus 2024.
Mengutip Muhammadiyah.or.id, penetapan ini tidak hanya berdasarkan pada perhitungan astronomis, tetapi juga memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh KHGT untuk memastikan keseragaman dan akurasi dalam menentukan awal bulan hijriah di seluruh dunia.
KHGT menetapkan bahwa satu hari harus memiliki satu tanggal yang sama di seluruh dunia. Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada perbedaan hari dalam penentuan awal bulan baru bagi umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Selain itu, penetapan bulan baru tidak boleh dilakukan sebelum terjadinya ijtimak, yaitu konjungsi antara bulan dan matahari. Dalam kasus ini, ijtimak untuk bulan Shafar terjadi pada Ahad, 4 Agustus 2024 pukul 11.12.58 GMT.
Selanjutnya, penentuan bulan baru juga harus didasarkan pada imkanu rukyat, yaitu kemungkinan terlihatnya hilal di suatu tempat di muka bumi. Pada penetapan kali ini, awal imkanu rukyat terjadi pada Senin, 5 Agustus 2024 pukul 02.04.12 GMT.
Saat itu, hilal memiliki ketinggian 6 derajat di atas ufuk dan elongasi 8 derajat. Kriteria ini memastikan bahwa hilal sudah dapat terlihat dengan jelas di beberapa lokasi.
KHGT juga memastikan bahwa seluruh kawasan dunia dianggap sebagai satu kesatuan, sehingga bulan baru dimulai secara bersamaan di seluruh kawasan. Dengan parameter ini, jika sebelum pukul 24.00 GMT hilal sudah memenuhi kriteria elongasi dan ketinggian, maka bulan baru dapat dimulai.
Namun, jika kriteria tersebut terpenuhi setelah tengah malam, maka penetapan bulan baru harus mempertimbangkan imkanu rukyat dan ijtimak yang terjadi di tempat lain, seperti di New Zealand atau wilayah daratan Benua Amerika.
Berdasarkan analisis tersebut, penetapan 1 Shafar 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 5 Agustus 2024. Keputusan ini menunjukkan komitmen KHGT dalam menjaga kesatuan dan akurasi penentuan tanggal hijriah di seluruh dunia, memberikan kepastian dan kejelasan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari.
Berita Terkait
-
1 Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Ini Keputusan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
-
Bulan Syaban 2026 Sampai Tanggal Berapa? Jadi Batas Akhir Bayar Utang Puasa
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Awal Puasa Muhammadiyah 2026 Sudah Ditetapkan 18 Februari, Kok Bisa Tahu Jauh-jauh Hari?
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini