Religi / Kabar
Senin, 02 Februari 2026 | 16:48 WIB
Ilustrasi

Suara.com - Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia telah secara resmi merilis jadwal pelaksanaan Sidang Isbat guna menentukan jatuhnya tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah.

Berdasarkan keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), forum pengambilan keputusan krusial ini akan diselenggarakan pada Selasa, 17 Februari 2026.

Pertemuan tersebut dijadwalkan bertempat di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa pemerintah tetap konsisten menerapkan kombinasi dua metode ilmiah dan syar'i dalam proses penentuan ini.

Guna menjaga akurasi dan keabsahan keputusan, sidang isbat kali ini akan melibatkan spektrum pakar yang luas serta delegasi dari berbagai organisasi.

Perwakilan dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Hidayatullah, hingga Persatuan Umat Islam akan hadir memberikan masukan.

Tak hanya dari sisi religius, aspek saintifik juga diperkuat dengan kehadiran pakar falak dan ahli astronomi dari institusi terkemuka seperti:

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika)

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)

Baca Juga: 5 PP Ramadan 2026 di TikTok yang Menarik, Lengkap Cara Buatnya

Planetarium Jakarta

Berbagai observatorium astronomi yang tersebar di wilayah Indonesia.

Tahapan Pelaksanaan Sidang Isbat

Prosesi sidang isbat penentuan awal puasa tahun 2026 akan dilakukan melalui empat tahapan utama yang sistematis:

Presentasi Posisi Hilal: Tim Hisab Rukyat Kemenag akan memaparkan data astronomis mengenai posisi bulan berdasarkan perhitungan hisab.

Verifikasi Lapangan: Penerimaan dan pembacaan laporan hasil rukyatul hilal yang dilakukan secara serentak di berbagai titik pemantauan dari Sabang sampai Merauke.

Load More