Suara.com - Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Fuad Zein, mengupas persoalan apakah pahala amalan baik yang dilakukan seseorang bisa "dihadiahkan" kepada orang lain, khususnya yang telah meninggal dunia.
Kajian itu disampaikan Fuad Zein dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (6/11/2024), dikutip dari website resmi Muhammadiyah.
Fuad Zein mengatakan, setiap amalan baik yang dilakukan umat Islam akan memperoleh ganjaran dari Allah SWT. Dalam pemaparannya, ia mengutip QS. Al-Zalzalah ayat 7, “Setiap yang mengerjakan kebaikan, seberat zarah pun, akan melihat balasannya,” sebagai landasan bahwa setiap individu akan mendapatkan pahala atas amal perbuatannya.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah pahala tersebut bisa dialihkan kepada orang lain? Menurut Fuad, QS. An-Najm ayat 39 menegaskan, “Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” Ayat ini memberikan batasan bahwa seseorang hanya bisa menerima manfaat dari amalnya sendiri.
Fuad Zein menguraikan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa setelah seorang Muslim meninggal, semua amalnya akan terputus kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh. Hadis ini menunjukkan bahwa anak masih bisa memberikan amal bagi orang tua yang telah wafat.
Kisah Sa’ad bin ‘Ubadah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA memperkuat pandangan ini. Sa’ad bertanya kepada Rasulullah SAW apakah ia boleh menyedekahkan sesuatu atas nama ibunya yang telah meninggal. Rasulullah membolehkan hal tersebut.
Begitu pula dalam hadis lain, saat seorang sahabat bertanya apakah ia bisa bersedekah untuk meringankan dosa ayahnya yang sudah meninggal, Nabi kembali mengiyakan.
Berdasarkan hadis-hadis ini, anak dianggap sebagai "hasil" dari usaha orang tuanya, sehingga ia diizinkan untuk bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada. Fuad mengatakan, “Keumuman ayat dalam QS. An-Najm ayat 39, yang menyatakan bahwa seseorang hanya memperoleh pahala dari usahanya sendiri, dikhususkan oleh hadis tersebut.”
Dengan demikian, jelas Fuad, hanya amal jariyah atau sedekah yang dilakukan oleh anak yang dapat bermanfaat bagi orang tua yang telah wafat.
Berita Terkait
-
Kapan Idul Fitri 2026? Cek Jadwal Versi Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU
-
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Kondisinya
-
'Rezeki Anak Saleh' Sindiran Pandji Pragiwaksono soal Tambang yang Bikin NU dan Muhammadiyah Murka?
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
-
Kapan 1 Ramadhan 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal Pasti Versi Muhammadiyah dan Pemerintah
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
Terkini
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini
-
Bacaan Surat Yasin Lengkap 83 Ayat, Latin, Terjemahan, dan Keutamaan Jantung Al-Qur'an
-
Tata Cara dan Niat Sholat Gerhana Bulan 7 September 2025 untuk Imam dan Makmum
-
Contoh Khutbah Jumat Tentang Maulid Nabi 2025 Versi Panjang dan Singkat
-
5 Contoh Kultum Maulid Nabi Muhammad SAW 2025 Berbagai Tema
-
Puasa Maulid Nabi Namanya Apa? Hukum Puasa di Hari Kelahiran Rasulullah