Suara.com - Tasawuf Muhammadiyah memiliki perbedaan mendasar dengan praktik tasawuf pada umumnya. Hal itu dinyatakan oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Agung Danarto.
Menurutnya, tasawuf Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada kehidupan akhirat, tetapi juga pada penguasaan kehidupan dunia tanpa terjebak dalam pesonanya.
“Tasawuf Muhammadiyah itu bagaimana menguasai kehidupan dunia, tapi dirinya tidak kemudian terpesona oleh kehidupan dunia,” kata Agung, dikutip dari website resmi Muhammadiyah, Selasa (21/1/2025).
Tasawuf Muhammadiyah tidak mengutamakan ritual seperti bermalam-malam berzikir atau mengasingkan diri, tetapi lebih pada tindakan nyata yang bermanfaat bagi umat.
Salah satu bentuk nyatanya adalah melalui pendirian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yang menjadi bagian dari dakwah organisasi tersebut.
Agung menegaskan bahwa tasawuf Muhammadiyah berada pada tingkat tinggi karena tidak hanya berorientasi pada pencapaian maqom spiritual tertentu. Bagi Muhammadiyah, manusia ideal adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.
“Sebagaimana konsep manusia ideal bagi Muhammadiyah, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.
Dalam berbagai pengajian di Muhammadiyah, tokoh seperti Abdurrahman bin Auf dan Abu Bakar sering menjadi contoh sosok ideal.
Abdurrahman bin Auf dikenal sebagai sahabat yang kaya raya namun tetap mengabdi kepada Allah SWT, sementara Abu Bakar mencurahkan hidupnya untuk umat tanpa melupakan tanggung jawab duniawinya.
Tasawuf Muhammadiyah menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat, dengan tujuan akhir mencari keridaan Allah SWT. Hasil dari keberhasilan duniawi tidak digunakan untuk kepentingan pribadi semata, tetapi untuk dakwah dan kepentingan umat.
Agung berharap Muhammadiyah dapat menjadi prototipe muslim ideal yang taat beribadah, tidak lalai pada urusan dunia, serta mampu menggunakan perangkat dunia untuk mencapai tujuan akhirat.
“Laku seimbang antara dunia dan akhirat itulah yang menjadi ciri khas tasawuf Muhammadiyah, dengan orientasi utama pada keridaan Allah SWT,” tutup Agung.
Berita Terkait
-
1 Ramadan 2026 Tanggal Berapa? Ini Keputusan Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Awal Puasa Muhammadiyah 2026 Sudah Ditetapkan 18 Februari, Kok Bisa Tahu Jauh-jauh Hari?
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Kapan Lebaran NU dan Muhammadiyah Tahun 2026? Cek Jadwal dan Penjelasannya
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini