Suara.com - Isra Miraj merupakan peristiwa bersejarah dan mengandung nilai-nilai spiritual yang penting dalam agama Islam. Akan tetapi, di tengah kemuliaan dari kisah ini, muncul simpang siur bahwa peristiwa Isra Miraj diadaptasi dari sebuah cerita yang tercantum dalam Arda Viraf Namak agama Zoroaster. Lantas bagaimana hubungan Isra Miraj dan kitab Arda Viraf agama Zoroaster?
Peristiwa Isra Miraj sendiri sangatlah berarti bagi umat Islam. Di mana Isra Miraj mengisahkan Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan luar biasa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dialnjut naik ke Sidratul Muntaha (langit ke tujuh). Dalam peristiwa itu, Rasulullah SAW menerima wahyu secara langsung dari Allah SWT berupa perintah sholat 5 waktu.
Namun kisah spiritual dalam Isra Miraj ini kemudian ada yang mengkaitkan dengan agama Zoroaster. Lalu bagaimana latar belakang pendapat ini?
Isra Miraj dan Kitab Arda Viraf Agama Zoroaster
Terdapat kisah yang diceritakan dalam kitab Arda Viraf Namak, dimana seorang tokoh bernama Viraf digambarkan menempuh perjalanan spiritual ke surga dan neraka. Sejumlah pihak, salah satunya tokoh orientalis seperti Ignác Goldziher dan misionaris seperti William St. Clair Tisdall, menilai terdapat kemiripan antara kisah Viraf dengan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW.
Mereka mengklaim bahwa kisah Isra Miraj tersebut terinspirasi bahkan dituding merupakan diadaptasi dari cerita dalam kitab itu. Namun, pada kenyataannya klaim ini mempunyai kelemahan yang cukup signifikan.
Berdasarkan sejumlah hasil peneliti sejarah dan pendalaman dari para ahli agama, mereka mengungkapkan bahwa kisah dalam Arda Viraf Namak sebenarnya disusun dan diedit setelah era agama Islam, ataubsekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Philip Gignoux menegaskan jika bentuk final Arda Viraf adalah hasil dari penyuntingan yang dilakukan dengan tujuan melakukan propaganda di bawah pengaruh budaya Islam.
Perbandingan Kronologi Isra Miraj dan Kisah Arda Viraf
Berikut perbandingan kisah Isra Miraj dan kisah Arda Viraf:
Baca Juga: Isra Miraj: Mimpi atau Nyata? Fakta di Balik Mukjizat Nabi Muhammad
- Isra Miraj Nabi Muhammad dipercaya terjadi sekitar tahun 621 Masehi, jauh sebelum kitab Arda Viraf Namak selesai disusun.
- Berdasarkan kajian linguistik dan analisis teks yang dilakukan oleh para ahli, kisah Arda Viraf baru muncul dalam bentuk finalnya pada abad ke-9 hingga ke-11 M.
Mengetahui hal itu, maka dapat dipastikan bahwa tuduhan Isra Mikraj diadaptasi dari kisah ini tentu tidak relevan. Sebab kisah dslam kitab Arda Viraf Namak sendiri ditulis usai Islam hadir.
Faktor Tuduhan Isra Miraj Diadaptasi dari Kitab Arda Viraf
Tuduhan tentang Isra Miraj yang diadaptasi dari Arda Viraf sendiri, kerapkali muncul dari pihak-pihak yang mempunyai tujuan atau agenda tertentu. Kurangnya pengetahuan terhadap konteks sejarah menjadi salah satu faktor utama munculnya tudingan itu.
Selain kisah Isra Miraj, juga ada beberapa kasus serupa yang terjadi pada dalam agama lain. Diantaranya yaitu:
- Kitab Ginza Raba (agama Mandean) yang disunting setelah era Islam.
- Bibel Versi Klinkert yang sengaja menggunakan istilah Islami untuk mendekati umat Muslim.
Bukti Ilmiah Terhadap Tuduhan Isra Miraj Adaptasi Kitab Arda Viraf
Mayoritas ahli sejarah agama sepakat jika adanya tuduhan Isra Miraj dari kitab Arda Viraf Namak tidak berdasar lantaran beberapa hal berikut:
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek