Suara.com - Bulan Syaban merupakan bulan yang istimewa karena di dalamnya terdapat malam Nisfu Syaban, yaitu malam yang penuh dengan keutamaan dan keberkahan.
Pada malam ini, Allah SWT membuka pintu ampunan dan rahmat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Puasa Nisfu Syaban adalah amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan. Dengan melaksanakan puasa Nisfu Syaban, seorang hamba dapat memperoleh ampunan dosa, peningkatan derajat, pahala yang berlipat ganda, serta dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban adalah puasa sunnah. Puasa Nisfu Syaban memiliki keutamaan yang besar, di antaranya:
Pengampunan Dosa
Puasa Nisfu Syaban dapat menjadi sebab pengampunan dosa-dosa yang telah lalu. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila tiba malam Nisfu Syaban, maka Allah SWT melihat (kepada hamba-hamba-Nya) dan memberikan ampunan kepada orang-orang yang meminta ampunan, memberikan rahmat kepada orang-orang yang meminta rahmat, dan menangguhkan (azab) orang-orang yang dengki sebagaimana keadaan mereka." (HR. Ibnu Majah)
Peningkatan Derajat
Puasa Nisfu Syaban juga dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada hari Nisfu Syaban, maka Allah akan mengangkat derajatnya di surga yang paling tinggi." (HR. Ad-Dailami)
Pahala yang Berlipat Ganda
Baca Juga: Kapan Puasa Sya'ban 2025? Ini Jadwalnya, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya!
Puasa Nisfu Syaban termasuk dalam puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Pahala puasa sunnah akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, sehingga puasa Nisfu Syaban memiliki pahala yang sangat besar.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Puasa Nisfu Syaban adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan berpuasa, seorang hamba menunjukkan ketaatan dan kepatuhannya kepada Allah SWT.
Menjaga Diri dari Perbuatan Dosa
Puasa Nisfu Syaban dapat membantu seseorang untuk menjaga diri dari perbuatan dosa. Dengan berpuasa, seseorang akan lebih mampu mengendalikan diri dari hawa nafsu dan godaan setan.
Waktu Pelaksanaan Puasa Nisfu Syaban
Puasa Nisfu Syaban dapat dilaksanakan pada tanggal 15 Syaban, yaitu pada malam Nisfu Syaban. Namun, ada juga ulama yang memperbolehkan untuk melaksanakan puasa pada tanggal 14 atau 16 Syaban.
Niat Puasa Nisfu Syaban
Berikut adalah niat puasa Nisfu Syaban:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ صَوْمِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i fardhi shaumi Sya'bana lillahi ta'ala"
Artinya: "Saya niat berpuasa besok hari untuk menunaikan fardhu puasa bulan Syaban karena Allah Ta'ala"
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini