Suara.com - Umat Islam diwajibkan menjaga diri dari segala hal yang membatalkan puasa, termasuk makan, minum dan berhubungan intim di siang hari. Tak hanya itu, memasukkan sesuatu ke dalam lubang seperti mulut, hidung dan telinga juga termasuk aktivitas yang membatalkan puasa. Lantas bagaimana dengan hukum ngupil saat puasa?
Mengupil adalah suatu kebiasaan yang kerap dilakukan oleh orang-orang sebagai upaya untuk membersihkan kotoran di hidung. Tak jarang, tanpa sadar kita juga melakukanya di bulan Ramadhan. Padahal saat itu, kita sedang berpuasa.
Hukum Ngupil Saat Puasa
Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon menjelaskan bahwa ngupil bagi orang yang berpuasa adalah perkara yang bisa membatalkan. Hal tersebut berlaku apabila kia memasukkan jari ke bagian dalam batang hidung hingga melampaui Khaisyum. Namun, jika tidak sampai melampaui Khaisyum, maka hukumnya tidak akan membatalkan puasa.
Pendapat itu sebagaiman yang dijelaskan oleh Imam Zainuddin Al-Malibary dalam Fathul Muin dengan bunyi sebagai berikut:
وَلَا يُفْطِرُ بِوُصُولِ شَيئٍ إلَى باطِنِ قَصَبةِ أَنْفٍ حَتَّى يُجاوِزَ مُنتَهَى الخَيشُومِ، وَهُو أقْصَى الأنْفِ.
“Dan tidak membatalkan -puasa- dengan masuknya sesuatu ke dalam batang hidung hingga melewati ujung khaisyum. Dan itu adalah pangkal hidung”.[]
Diketahui, lubang atau jauf mempunyai batas awal yang akan memisahkan bagian luar dan dalam. Jika benda atau jari melewati batas itu, maka puasa yang dikerjakan bisa batal. Akan tetapi, bila benda yang masuk tanpa melewati batas tersebut, maka puasanya tetap sah.
Di dalam lubang hidung, batas awalnya merupakan bagian yang disebut muntaha khaysum (pangkal insang). Adapun posisi khasyum sejajar dengan mata. Sedangkan, pada lubang telinga, batasnya terdapat pada bagian yang sekiranya tidak bisa terlihat oleh mata.
Sehingga, membersihkan kotoran di dalm hidung dengan cara ngupil tidak akan membatalkan puasa. Pernyataan ini didasari dari aktivitas ngupil biasanya dilakukan dengan jari yang tidak mungkin masuk sampai melebihi pangkal insang.
Baca Juga: Kapan Batas Waktu Mandi Junub Ketika Puasa? Jangan Sampai Melewati Waktu Ini!
Ngupildapat membatalkan puasa apabila dilakukan dengan cara memasukkan air ke dalamnya. Misalnya, saat berwudu, terdapat sunah yang disebut dengan istinsyaq, yaitu aktivitas menghirup air ke dalam hidung.
Apabila istinsyaq dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka terdapat kemungkinan air itu akan masuk ke dalam hidung hingga ke otak, melebihi batasan ditetapkan. Dengan demikian, maka puasanya akan batal.
Adapun hukum membersihkan kotoran di dalam hidung secara istinsyaq berdasarkan pada hadist riwayat Laqith bin Shabrah. Rasulullah saw. bersabda:
"Sempurnakanlah wudu, bersungguh-sungguhlah ketika istinsyaq, kecuali ketika kamu sedang puasa."
Demikian tadi ulasan terkait hukum ngupil saat puasa. Setelah mengetahui penjelasan di atas, maka sebaiknya kita berhati-hati dalam melakukan sesuatu termasuk saat ngupil jangan sampai melebihi batas lubang yang ditentukan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Kapan Ramadan 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah, Cek Ketentuan Terbarunya
-
Amalan dan Anjuran Bulan Sya'ban Menurut Ustaz Adi Hidayat
-
Tanggal Berapa Puasa Ramadan 2026 Dimulai: Ini Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Doa Malam 27 Rajab, Mustajab Memohon Cita-cita
-
Amalan-amalan Bulan Syaban Menurut Anjuran Rasulullah dan Ulama
-
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Tahun 2026, Lengkap Niat, dan Amalan Sunah
-
Amalan Bulan Rajab Menurut Ustaz Adi Hidayat, Evaluasi Total Kualitas Hidup
-
Awal Rajab NU dan Muhammadiyah 2025, Ini Tiga Amalan yang Bisa Dijalankan
-
Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?
-
KH Abdul Muid Ahmad, Ulama Rendah Hati dari Ponpes Al Muayyad Wafat Hari Ini