/
Senin, 17 Juli 2023 | 20:20 WIB
Tantri Kotak (Ist)

Perseteruan panas Posan Tobing dengan grup band Kotak usai hengkang kini menjadi sorotan publik. Alasan mantan drummer Kotak itu keluar pun akhirnya terungkap.

Sebelumnya, Posan sempat melayangkan somasi terbuka kepada grup band Kotak yang beranggotakan Tantri Syalindri, Cella, dan Chua.

Posan Tobing melayangkan somasi kepada anggota grup Band Kotak membawakan lagu-lagu ciptaannya, mulai dari ciptaan sendiri hingga bersama-sama.

"Di sini kami melarang menyanyikan di TV, media sosial, di konser off air atau on air, baik di Indonesia atau luar negeri," Jerry Napitupulu selaku kuasa hukum Posan dan Pare di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dikutip Rumpita dari Tribunnews pada Senin, (17/7/2023).

Dalam kesempatan tersebut Posan Tobing akhirnya buka-bukaan mengungkap alasannya memutuskan hengkang dari Kotak sejak tahun 2011 lalu.

"Alasannya adalah gue berantem sama Cella, gitaris Kotak," kata Posan dikutip dari Pagi Pagi Ambyar, Trans tv.

"Gue berantem sama dia, gue pernah mau pukul dia di Bali," imbuhnya.

"Akhirnya gue berpikir gini 'ya Tuhan gue enggak mau kayak gini nih, daripada gue jadi berantem beneran, dan gue pukul dia beneran, jadi panjang, ya udah gue resign deh,'" kata Posan.

Di sisi lain, Tantri Kotak selaku vokalis nampak menyerang balik Posan Tobing yang melayangkan somasi untuk tak membawakan lagu Kotak.

Baca Juga: Samsudin Ditemukan Bersimbah Darah di Areal Perkebunan, Begini Kondisinya

Tantri pun menyentil Posan yang mendadak pergi meninggalkan grup band saat kondisi di titik terendah karier mereka.

"Pas susah dilepas pas sudah stabil ngoyak-ngoyak tuh menurut kalian gimana?" tanya Tantri Syalindri di salah satu postingannya.

Tantri kembali mengingatkan Posan Tobing yang memilih hengkang dari Kotak tanpa paksaan.

"Ingat, keluar dengan sendirinya, dengan sadar ya," kata Tantri Syalindri.

Sang vokalis Kotak itu pun meminta Posan untuk tidak merasa jadi pihak paling tersakiti.

"Nasib kami yang ditinggal? Ya kan juga perjuangan. Makna 12 tahun mempertahankan yang sangat sulit gimana?," tutur Tantri Syalindri.

Load More