Selebtek.suara.com - Terdapat sisi lain dari kesuksesan film KKN di Desa Penari. Salah satunya honor yang dibayarkan untuk para figuran pemaran hantu di film tersebut. Dimana pada film yang meraih jutaan penonton itu terdapat sekitar 50 orang yang menjadi figuran hantu.
Salah satu pemeran hantu bernama Subardo mengatakan biaya yang diterima yakni Rp 75 ribu untuk sekali pengambilan gambar. "Saya itu didapuk (diminta) jadi hantu. Selain itu saya juga ikut jaga di sini," kata Subardo.
Subardo curhat mengenai pengalaman syuting sebagai hantu di film KKN di Desa Penari. Meski tampil dengan durasi yang pendek, Subando harus melakukan persiapan yang terbilang melelahkan.
Ia harus berjuang sehari semalam. Karena make up yang menutupi wajahnya tak boleh dihapus dalam 24 jam. "Ketika menunggu giliran syuting, saya dan puluhan orang lainnya harus berada di dalam bus dengan AC tetap hidup," tutur Subardo.
Hal ini dilakukan agar make up tidak luntur. "Kasihan yang make up-nya separuh wajah, honornya sama tapi lebih susah," ujarnya.
Perjuangan Subardo menjadi hantu masih terus berlanjut. Saat syuting, ia tak boleh mengedipkan mata ataupun memejamkannya. Jika terjadi maka syuting harus diulang. Termasuk gerakan kecil di luar arahan sutradara, harus ada pengambilan gambar ulang.
Di keluarga Subardo, ada beberapa anggota keluarga lainnya yang ikut andil dalam syuting film KKN di Desa Penari. Dua mertuanya serta sang ayah juga menjadi hantu. Sementara sang ibu menjadi nenek yang menjemur kain di salah satu rumah warga.
Seperti yang diketahui, film KKN di Desa Penari diangkat dari utas Twitter yang terkenal. Hingga saat ini film yang dibintangi para arts ternama seperti Tissa Biani, Adinda Thomas, Aghniny Haque, Calvin Jeremy, dan Aulia Sarah sukses meraih lebih dari 6,2 juta penonton. (*)
Berita Terkait
-
Ulasan Film Hokum: Teror Supernatural di Penginapan Irlandia yang Mencekam!
-
Film Gohan dan Pelajaran Tentang Cinta yang Datang dalam Bentuk Sederhana
-
Lee Do Hyun Diincar Perankan Pasien Kanker di Film Remake Viva La Vida
-
Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama
-
Dari Angkot sampai TTS, Alasan Film Dilan 1990 Sangat Ikonik!
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
40 Ribu Orang di California Dievakuasi Gegara Tangki Kimia Bocor
-
IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi
-
Sinopsis Avatar The Last Airbender Season 2, Misi Baru Aang ke Ba Sing Se
-
Herman Deru Ingin Tanjung Carat Jadi Gerbang Ekspor Baru, Truk Tak Lagi Padati Kota Palembang
-
Hera eks ART Diduga Bagikan Foto Anak-Anak Erin Taulany di FB Pro, Biar Dapat Cuan
-
KAI Pastikan Operasional Kereta di Sumut Tetap Normal Meski Listrik Padam
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Menyelami Kisah Adik dan Tante Kun di Novel Wingit
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Ulasan Film Hokum: Teror Supernatural di Penginapan Irlandia yang Mencekam!