/
Rabu, 25 Mei 2022 | 15:43 WIB
Pexels/Anna Nekrashevich

Selebtek.suara.com - Investasi digital kini sedang mengalami penurunan. Hal tersebut lantaran berita buruk yang terjadi belakangan ini. Padahal, masih banyak investasi digital yang aman seperti crypto, financial technology (fintech) dan lain-lain. Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti dan praktisi edukasi serta publikasi di bidang financial technology, Gemal A.N. Panggabean.

Melalui rilis yang diterima Selebtek.suara.com, pria yang juga menjadi Head of Research and Editor Duniafintech.com mengatakan citra investasi digital buruk dimulai dari kasus penipuan Binomo dan QuoteX yang dilakukan Indra Kenz, Doni Salmanan dan kawan-kawan. 

Kemudian, kasus penipuan lain seperti DNA Pro juga turut menyumbangkan ketidak percayaan masyarakat terhadap investasi digital. Ditambah lagi dengan pemberitaan pesimis dan negatif ketika harga Bitcoin, Terra Luna dan lain-lain turun secara drastis.
 
“Pemberitaan menjadi ranah yang paling penting dalam investasi digital. Saat investasi digital tercoreng seperti ini dan terjadi selama beberapa bulan, orang-orang cenderung mulai beralih ke investasi yang non digital,” sebutnya, Selasa (24/5/2022).

Padahal menurutnya tidak semua investasi digital itu buruk. Bahkan sampai saat ini, ada banyak jenis investasi digital yang dapat digunakan secara aman dan menguntungkan. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap model investasi ini harus kembali dipulihkan.
 
Gemal mengatakan, masih banyak masyarakat Indonesia yang memerlukan tempat untuk memutarkan uang atau asetnya dengan cara yang aman, berizin resmi dan menguntungkan.

“Sama juga dengan bentuk investasi digital lainnya, seperti crowdfunding, P2P lending, saham, asuransi, dan lain-lainnya. Kejadian-kejadian saat ini hanya kejadian biasa dimana market sedang mengalami trend penurunan. Ekosistem keuangan digital seperti fintech dan crypto atau blockchain itu cukup kuat. Dan ke depan, ini masih optimis,” katanya. (*)

Load More