Selebtek.suara.com - Perkembangan di dunia otomotif memang sangat pesat. salah satunya mengenai bahan bakar kendaraan. Hal ini berkaitan dengan polusi yang dihasilkan yakni emisi karbon, sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan.
Guna mengatasi hal tersebut, produsen mobil mewah Lamborghini akan meluncurkan dua mobil hybrid yang akan menggunakan bahan bakar e-fuels atau bahan bakar sintetis. Mereka mengkaim penggunaan bahan bakar ini lebih ramah lingkungan dibanding bahan bakar konfensional.
Dilansir dari Reuters, Rabu (1/6/2022), direktur eksekutif Lamborghini, Stephan Winkelmann, menjelaskan mobil hibrida bikinan pabrikan berlambang banteng itu akan menggunakan bahan bakar sintetis yang sangat rendah emisi karbon.
"Saat ini kami belum memiliki bahan bakar (sintetis) dalam jumlah cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan semua pabrikan," katanya, sembari menambahkan jika usaha Lamborghini tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk penggunaan bahan bakar sintetis.
Saat ini bahan bakar sintetis atau e-fuels saat ini masih dikembangkan untuk digunakan pada mesin pembakaran konfensional. Dengan demikian pabrikan-pabrikan mobil tak perlu terburu-buru untuk berpindah ke mobil listrik berbasis baterai.
Sementara itu, Lamborghini juga tak mau ketinggalan dengan pesaingnya seperti Ferrari, Aston Martin dan McLaren untuk membuat kendaraan berbahan listrik. Namun merek asal Italia itu belum mau untuk melepas citra mobil sport yang kencang saat beralih ke listrik.
Saat ini Lamborghini, yang berada di bawah Volkswagen Group, berencana untuk mengubah semua model mobil buatannya ke versi hibrida mulai 2023 mendatang. Mobil listrik pertamanya diperkirakan diluncurkan pada akhir dekade ini. (*)
Berita Terkait
-
Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green
-
AI Perparah Krisis Chip, Produksi Mobil Turut Terancam
-
Di Balik Server Raksasa: Rahasia Kelam di Balik Kecepatan Kecerdasan Buatan
-
Pemerintah Masih Pelit Insentif Mobil Hybrid Padahal Lebih Realistis Bagi Indonesia
-
Raksasa Otomotif Dunia Terguncang, Berencana Suntik Mati Separuh Model dan Lakukan PHK
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Viral Dugaan Penipuan Tes TOEFL saat MPLS, Disdikpora DIY Tegaskan Nama Dinas Dicatut
-
Sudah Kantongi Hak Cipta, Tari Kipas Ajer Raih Medali Emas di Singapura
-
57% Orang Indonesia Simpan KTP dan Paspor di HP, Kaspersky Ingatkan Risiko Kebocoran Data Meningkat
-
Misi Terakhir Deschamps di Piala Dunia 2026: Kawal Kylian Mbappe Rebut Sepatu Emas dari Lionel Messi
-
Tren Ngopi Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi, Pelaku F&B Didorong Ciptakan Menu Bernilai Tambah
-
GAC Indonesia Kuasai Segmen Hatchback Listrik Lewat Dominasi AION UT
-
Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal
-
Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli
-
Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan
-
KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga