- CEO NIO, William Li, menyatakan pasar otomotif China telah mencapai fase jenuh dengan total 370 juta unit kendaraan.
- Persaingan ketat di segmen kendaraan listrik menuntut produsen otomotif China menerapkan strategi peluncuran produk model premium terbaru.
- Peluncuran SUV flagship NIO ES9 berhasil meningkatkan harga saham perusahaan sebesar 10,5 persen di bursa Hong Kong.
Suara.com - Pasar otomotif China disebut mulai memasuki fase jenuh setelah jumlah kepemilikan kendaraan di negeri tirai bambu tersebut mencapai sekitar 370 juta unit.
Chief Executive Officer (CEO) NIO, William Li, menyebut penjualan mobil domestik China masih menunjukkan perlambatan sepanjang 2026. Sehingga menurutnya, China kini bukan lagi pasar otomotif dengan pertumbuhan tinggi seperti beberapa tahun lalu.
“China bukan lagi pasar yang bertumbuh, melainkan pasar yang sudah jenuh,” ujarnya dikutip dari Reuters, Jumat (29 Mei 2026).
Kondisi tersebut membuat persaingan antar produsen mobil di China semakin ketat terutama di segmen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Di tengah kondisi pasar yang mulai penuh, produsen otomotif dinilai harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan pangsa pasar sekaligus meningkatkan margin keuntungan.
Dengan demikian, perubahan strategi menjadi hal yang semakin penting. Salah satunya lewat peluncuran model-model baru dengan posisi premium maupun flagship yang dinilai semakin dibutuhkan banyak merek otomotif di China.
Salah satunya sudah dilakukan oleh NIO yang baru saja memperkenalkan SUV flagship terbarunya yaitu ES9.
Peluncuran model tersebut dinilai menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk menjaga daya saing di tengah perlambatan pertumbuhan pasar otomotif domestik.
Respons positif terhadap peluncuran produk baru itu bahkan turut mendorong kenaikan saham NIO di bursa Hong Kong. Tercatat, saham perusahaan naik sekitar 10,5 persen dan berpotensi mencatat kenaikan harian terbesar sejak Maret 2026.
Baca Juga: Tak Cuma Ganti Baju, BYD Atto 3 Generasi Baru Kini Pakai RWD! Tenaga Tembus 240 kW
Fenomena pasar otomotif China yang mulai jenuh sendiri muncul setelah beberapa tahun terakhir industri kendaraan listrik di negara tersebut berkembang sangat agresif dengan perang harga yang semakin ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya