Selebtek.suara.com - Gugatan Twitter terhadap Elon Musk baru-baru ini telah memasuki babak baru. Pengadilan Delaware akhirnya mengabulkan permintaan Twitter agar sidang gugatannya terdapat Elon Musk bisa dipercepat. Permasalahan ini diawali setelah pemilik SpaceX tersebut menyatakan batal mengakuisisi Twitter.
Pada sidang awal yang digelar Selasa lalu, Hakim Kathleen McCormick menyatakan bahwa peridangan akan berlangsung selama lima hari pada Oktober 2022 mendatang.
“Semakin lama transaksi merger tetap dalam ketidakpastian, semakin besar awan ketidakpastian yang menyelimuti perusahaan,” ujar hakim McCormick yang menghadiri sidang melalui Zoom karena terdeteksi positif covid.
Semantara dalam argumen lisan Twitter di hadapan hakim, perusahaan ini mengklaim bahwa pernyataan bot Musk merupakan itikad buruk untuk mundur dari kesepakatan kedua belah pihak.
Perusahaan Twitter sendiri menginginkan jika persidangan ini segera dilakukan September mendatang. Sedangkan dari pihak Elon Musk mengajukan permintaan pelaksanaan sidang pada Februari 2023.
Akan tetapi, akhirnya hakim memutuskan bahwa sidang kasus yang melibatkan Twitter dan Elon Musk ini akan digelar selama lima hari di bulan Oktober, sehingga lebih lama daripada yang diajukan oleh perusahaan. Sementara tanggal pasti untuk pelaksanaan sidangnya masih belum diketahui hingga kini.
William Savit, pengacara Twitter mengatakan bahwa ketidakpastian yang sedang terjadi pada perusahaan tersebut membuat perusahaannya menderita kerugian setiap waktu.
“Tuan Musk tetap terkait kontra untuk menggunakan upaya terbaiknya demi menutup kesekapakan ini. Apa yang dia lakukan adalah kebalikan dari upaya terbaik. Itu sabotase,” ujar pihak Twitter.
Di lain pihak, Andrew Rossman selaku pengacara Elon Musk mengatakan jika sidang tidak dapat dimulai lebih awal dari Februari 2023 agar pihaknya lebih banyak waktu. Pihak Elon Musk masih ingin menyelidiki mengenai prevalensi bot di Twitter.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini 21 Juli, Jakarta Cerah Pada Siang Hari
Lebih lanjut pihak Elon Musk menuduh Twitter mencoba menyelesaikan kesepakatan tersebut demi menjaga masalah bot yang tersembunyi.
“Apa yang Anda bicarakan adalah perusahaan yang memiliki sejumlah besar data yang harus dianalisis. Milyaran tindakan di platform mereka harus dianalisis agar kita bisa sampai ke dasar masalah sebenarnya di sini,” ujar Rossman.
Tim hukum Elon Musk sebelumnya sudah menanggapi gugatan dari Twitter dengan menyatakan perusahaan tersebut meminta persidangan terlalu cepat dan tidak masuk akal. Pihak Elon Musk meminta sidang ditiadakan setidaknya sampai 2023.
Hal ini karena menurut tim kuasa hukum Muk, persidangan juga memerlukan analisis data yang besar dan tinjauan forensik terlebih dahulu seputar bot serta spam yang ada di dalam Twitter.
Twitter menggugat Elon Musk awal pekan ini karena bos SpaceX tersebut membatalkan secara sepihak kesepakatan pembelian senilai USD 44 miliar. Elon Musk sendiri ingin membatalkan kesepakatan tersebut dengan alasan belum diberikan data mengenai prevalensi akun palsu dan spam oleh Twitter. (cc)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Biar Tak Bingung, Simak Silsilah Grup Otomotif China di Indonesia: MG dan Wuling Sekeluarga, BYD?
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Momen Kapolres Rohil Main HP saat Wakapolda Riau Bahas Pemberantasan Narkoba
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
Oppo Pad Mini Debut Global 21 April, Bawa Layar 144 Hz dan Chip Flagship Snapdragon
-
Dikritik Undang Anak Korban Pelecehan, Denny Sumargo Klarifikasi: Demi Atensi Hukum
-
Cardfight!! Vanguard Umumkan Anime Baru 2027 dan Arc Penutup Seri Divinez
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!