/
Sabtu, 23 Juli 2022 | 09:56 WIB
Logo Twitter (Shutterstock)

Selebtek.suara.com - Ada pelanggaran data Twitter yang memungkinkan penyerang bisa mendapatkan akses detail kontak 5,4 juta akun.

Twitter sendiri telah menginfirmasi kerentanan keamanan media sosial miliknya yang memungkinkan diekstraksi datanya.

Sejumlah bukti menjelaskan pegangan Twitter dengan nomor telepon dan alamat email telah ditawarkan untuk dijual seharga USD 30 juta atau sekitar Rp 449,25 juta di forum peretas.

Pelanggaran ini kemungkinan terjadi kren kerentanan yang ditemukan kembali pada Januari 2022.

Saat itu diketahui kerentanan Twitter mengaibatkan eksploitasi oleh penjahat siber untuk mendapatkan data akun yang diduga berasal dari 5,4 juta pengguna.

ementara Twitter sejak itu menambal kerentanan, basis data yang diduga diperoleh dari eksploitasi ini sekarang dijual di forum peretasan populer, yang diposting sebelumnya hari ini.

Kembali pada Januari lalu, sebuah laporan dibuat di HackerOne tentang kerentanan yang memungkinkan penyerang memperoleh nomor telepon dan/atau alamat email yang terkait dengan akun Twitter.

Bahkan, jika pengguna telah menyembunyikan data-data ini di pengaturan privasi tetap bisa diretas.

Dilansir laman 9to5Mac, Sabtu (23/7/2022), seorang penjahat siber sekarang menjual data yang diduga diperoleh dari kerentanan ini.

Baca Juga: Pemotongan Hewan Terjangkit PMK Akan Digencarkan di Bali, Perlu Negosiasi Dengan Petani

Sebelumnya dikabarkan seseorang dikabarkan menjual database Twitter di Breached Forums, forum peretasan terkenal yang mendapat perhatian internasional awal bulan ini dengan pelanggaran data yang mengekspos lebih dari 1 miliar penduduk China.

Postingan tersebut masih aktif sekarang dengan database Twitter yang diduga terdiri dari 5,4 juta pengguna sedang dijual.

Penjual di forum peretasan menggunakan nama pengguna "setan" dan mengklaim bahwa kumpulan data tersebut mencakup "Selebriti, hingga Perusahaan, orang acak, OG, dll. (*)

Sumber: Suara.com

Load More