Selebtek.suara.com - Penumpang asal Indonesia yang baru tiba di Bandara Perth mulai sekarang harus melintasi keset sanitasi dengan asam sitrat terlebih dahulu. Langkah biosekuriti ini dilakukan oleh pemerintah Australia guna mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Indonesia ke Australia.
Keser sanitasi ini akan digunakan di semua negara bagian dengan uji coba pertama dilakukan di Perth, ibu kota negara Bagian Australia Barat mulai Senin (25/7/2022) untuk penumpang dari penerbangan asal Bali.
Daniel del Borrello, salah satu yang melakukan perjalanan dari Indonesia ke Perth mengaku proses pemeriksaan dengan melintasi keset sanitasi ini mudah dan cepat.
“Yang harus Anda lakukan hanyalah berjalan melewati keset hitam dan membiarkannya membersihkan sepatu Anda. sebenarnya cukup bagus, (hitung-hitung) membersihkan sepatu gratis,” ucap Daniel del Borrello. “Prosesnya kira-kira lima detik,” lanjutnya.
Bahkan penumpang pesawat yang mengenakan sandal jepit juga tidak mempermasalahkan mengenai prosedur baru di Bandara Perth ini.
Dr. Henry Annandale, Kepala Sekolah Ilmu Kedokteran Hewan Universitas Murdoch menyatakan keset ini merupakan pengingat bagi orang-orang untuk membersihkan alas kakinya ketika berada di luar negeri.
“Penting bagi Anda untuk mencoba dan membersihkan sepatu sebelum berjalan di atasnya dan ketika Anda berjalan, Anda harus berdiri sebentar di atasnya sebelum berjalan lagi,” ungkap Dr. Henry Annandale pada ABC Radio Perth melansir dari suara.com.
“Tidak ada dekontaminasi yang 100 persen efektif dalam waktu singkat,” lanjutnya.
“Orang-orang juga perlu bertanggungjawab membersihkan kotoran dari sepatu mereka,” ucap Dr. Henry Annandale.
Baca Juga: InterStudi Buka Program Sarjana Peminatan Content Creator
Dr. Henry Annandale juga menjelaskan bahwa jejak virus aktif bisa ditemukan di alas kaki mulai dari 7 hingga 11 minggu kemudian. Jejak virus tersebut bahkan bisa bertahan lebih lama di suhu dingin.
Akan tetapi, ia juga menyatakan bahwa fokus utama adalah orang yang membawa produk hewani serta bahan makanan terkontaminasi.
Mark McGowan, Premier Australia Barat juga menyambut baik adanya pemasangan keset sanitasi di bandara. Premier Australia Barat ini tersebut juga mengatakan bahwa ancaman penyakit kuku dan mulut tidak boleh dianggap berlebihan, tetapi pelaku perjalanan juga tetap harus bertanggungjawab.
“Saya kira ini belum banyak diketahui, tapi penyakit mulut dan kuku mewabah di Vietnam, Malaysia, Thailand, dan puluhan negara lain di dunia yang menjadi tujuan turis Australia,” kata Mark McGowan.
“Itu salah satu resiko yang ada di luar sana dan selalu ada, tetapi sisi baiknya adalah ada langkah yang diambil untuk mengatasinya. Kita perlu warga Australia yang pulang untuk mengambil tindakan pencegahan, kita mau orang-orang ini untuk melakukan hal yang benar.
Jangan membawa produk hewani, alas kaki, dan pakaian Anda yang mungkin ada di tas Anda harus dipastikan semuanya bersih,” pungkas Mark McGowan. (cc)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi