-
Wataru Endo resmi absen dari Piala Dunia 2026 sekaligus pensiun dari timnas Jepang.
-
Tim medis menilai kondisi fisik gelandang Liverpool itu terlalu berisiko untuk turnamen.
-
Ko Itakura ditunjuk sebagai kapten baru dan Shuto Machino masuk sebagai pengganti.
Suara.com - Mimpi Timnas Jepang untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 langsung hantam badai besar sebelum turnamen dimulai. Kapten andalan mereka, Wataru Endo, terpaksa mengubur impiannya tampil di Amerika Utara sekaligus menyudahi karier internasionalnya.
Pukulan telak ini murni akibat kondisi fisik sang gelandang bertahan yang dinilai tim medis tidak akan mampu bertahan dalam tensi tinggi turnamen. Keputusan emosional ini diambil demi kebaikan jangka panjang sang pemain dan keutuhan strategi tim.
"Dengan ini (absen Piala Dunia), saya pensiun dari tim nasional. Jadi saya akan mendukung Jepang sebagai suporter," kata Endo melalui akun Instagramnya pada Jumat.
Pernyataan terbuka tersebut langsung memicu simpati mendalam dari publik sepak bola Samurai Biru. Manajemen tim bergerak cepat memulangkan sang pemain agar bisa fokus penuh pada sisa karier klubnya.
Direktur Teknik Timnas Jepang, Masakuni Yamamoto, menegaskan bahwa penyerahan tongkat estafet ini sudah melalui pertimbangan matang bersama tim dokter. Langkah ini diambil demi memberikan kepastian bagi kesiapan taktik Samurai Biru.
"Hari ini, Wataru sudah meninggalkan tim. Setelah menerima laporan dari tim medis, pelatih Hajime Moriyasu mengambil keputusan akhir,” ujar Yamamoto dikutip dari laman FIFA.
Arsitek Jepang, Hajime Moriyasu, sebenarnya sempat berjudi dengan tetap memasukkan nama gelandang bertahan Liverpool tersebut ke dalam daftar resmi skuad. Taruhan tersebut gagal total setelah pemeriksaan klinis terbaru di kamp latihan menunjukkan hasil yang mengkhawatirkan.
Fisik pemain berusia 33 tahun itu dianggap terlalu berisiko jika dipaksakan bertanding dalam turnamen selevel Piala Dunia. Langkah antisipasi langsung diambil dengan memanggil penyerang Borussia Monchengladbach, Shuto Machino, untuk menambal kekosongan.
Kehadiran Machino yang berusia 26 tahun diharapkan membawa energi baru di ruang ganti. Ini menjadi panggung Piala Dunia kedua baginya setelah sempat mencicipi atmosfer Qatar 2022.
Baca Juga: Kartu Merah Pertama Piala Dunia 2026, Sphephelo Sithole Coreng Laga Perdana Afrika Selatan
Kehilangan sosok pemimpin di lapangan tengah juga memaksa tim kepelatihan merombak hierarki jabatan kapten. Bek tangguh milik Ajax, Ko Itakura, kini resmi ditunjuk memegang komando kepemimpinan di lapangan hijau.
Itakura memikul beban berat untuk menjaga soliditas mental rekan-rekannya yang sempat terguncang akibat berita kepulangan sang kapten. Keberadaannya di lini belakang akan menjadi fondasi baru permainan disiplin khas Jepang.
Krisis kebugaran Endo sejatinya sudah bermula sejak awal tahun saat dirinya harus naik meja operasi kaki kiri pada Februari lalu. Proses rehabilitasi yang panjang membuatnya absen berbulan-bulan dari lapangan hijau.
Meski sempat memaksakan diri merumput kembali pada akhir Mei di ajang Piala Kirin melawan Islandia, performanya belum kembali ke level tertinggi. Masalah fisik ini pula yang membuat menit bermainnya di Liverpool merosot tajam menjadi hanya 12 laga sepanjang musim ini.
Pengabdian Endo untuk negaranya berakhir di angka 73 penampilan dengan sumbangan 4 gol. Kehilangannya meninggalkan lubang besar yang harus segera ditutupi Jepang sebelum laga pembuka Piala Dunia 2026 dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate