/
Rabu, 27 Juli 2022 | 14:19 WIB
Bank Indonesia akan Rilis Rupiah Digital, Apa Itu? (Pixabay)

Selebtek.suara.com - Pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika serikat bergerak di batas tipis dekat Rp 15.000 per dolar AS. Pelemahan ini berpeluang menyebabkan kenaikan harga berbagai produk impor atau barang yang mayoritas bahan bakunya dari impor.

Barang Impor biasanya di hargai dengan dolar AS. Ini yang membuat harga barang impor lebih mahal.

Beberapa barang yang diklaim akan mengalami kenaikan harga yakni kendaraan bermotor. Hal ini dikarenakan kendaraan bermotor memiliki komponen-komponen yang berasal dari impor.

Selanjutnya, barang-barang elektronik bsepertu laptop, kulkas, HP juga diprediksi akan naik. Sebab batang-barang tersebut juga menggunakan bahan baku berupa chips dan sirkuit elektronik dari impor.

Produk tekstil juga diprediksi akan mengalami kenaikan harga sebab Indonesia masih mengimpor katun sebagai bahan baku baju.

Selain itu, makanan pokok masyarakat Indonesia seperti jagung, beras, gandum, kedelai, bawang, serta cabai juga akan mengalami kenaikan. Bahan tersebut merupakan bahan impor sehingga harga jual makanan ke konsumen ikut mengalami kenaikan. (cc)

Sumber: suara.com

Load More