/
Minggu, 07 Agustus 2022 | 07:44 WIB
Elon Musk batal membeli Twitter (suara.com)

Selebtek.suara.com - Masalah Elon Musk dengan Twitter belum kunjung selesai. Kali ini Pemilik SpaceX itu menantang CEO Twitter untuk debat terbuka tentang bagaimana perusahaan media sosial menghitung akun palsu dan bot spam.

Ia memberikan tantangan tersebut melalui cuitannya di Twiiter. Cuitan ini juga dibuat untuk menanggapi tentang balasannya terhadap Twitter atas usahanya untuk menarik diri dari kesepakatan 44 miliar dolar AS untuk membeli perusahaan.

“Jika Twitter hanya menyediakan metode pengambilan sampel 100 akun mereka dan bagaimana mereka dikonfirmasi sebagai nyata, kesepakatan harus dilanjutkan dengan persyaratan asli,” tulis Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX.

“Namun, jika ternyata pengajuan SEC mereka secara material salah, maka seharusnya tidak,” tambahnya dilansir laman New York Post, Minggu (7/8/2022).

“Dengan ini saya menantang @paraga untuk debat publik tentang persentase bot Twitter,” lanjut Elon Musk, menggunakan pegangan Twitter dari CEO perusahaan Parag Agrawal.

“Biarkan dia membuktikan kepada publik bahwa Twitter memiliki <5% pengguna harian palsu atau spam!”

Elon Musk (51), mencapai kesepakatan pada Juni lalu untuk membeli Twitter seharga 54,20 dolar AS per saham, premi yang lumayan dari harga saham sekitar 38 dolar AS pada saat itu.

Namun di bulan berikutnya, Musk membatalkan kesepakatan itu karena menganggap Twitter telah gagal atau menolak untuk memberikan informasi tentang akun palsu atau spam di platform.

Twitter menggugat beberapa hari kemudian, menuntut pengadilan memaksa kesepakatan untuk dilakukan.

Baca Juga: Kenalan Yuk! Dengan Pauline Hanson yang Sebut Bali Penuh Kotoran Sapi

Twiiter Kemudian memenangkan pertempuran pertama di pengadilan, tanggal persidangan dipercepat Oktober mendatang, setelah orang terkaya di dunia itu mencoba untuk mendorong kasus itu kembali ke tahun depan. (*)

Sumber: Suara.com

Load More