- OVO mendukung kampanye GEBER PK Bank Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus penipuan transaksi digital.
- Pelaku penipuan digital sering mencuri data pribadi korban melalui tautan berbahaya, file APK, serta penyebaran nomor layanan palsu.
- OVO mengimbau masyarakat menjaga keamanan data melalui verifikasi ketat serta tidak membagikan kode OTP atau PIN kepada pihak lain.
Suara.com - Transaksi digital kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Mulai dari belanja, bayar tagihan, hingga kirim uang bisa dilakukan hanya lewat genggaman.
Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penipuan digital justru semakin meningkat dan kian beragam.
Platform pembayaran digital OVO menyoroti fenomena ini dengan mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang.
Hal ini disampaikan dalam dukungan terhadap Gerakan Bersama Edukasi Perlindungan Konsumen (GEBER PK) yang diinisiasi Bank Indonesia bersama pelaku industri.
Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, OVO, Asep Haekal, mengatakan perusahaan percaya bahwa edukasi menjadi garis pertahanan pertama dalam menghadapi risiko penipuan digital.
"Melalui dukungan terhadap GEBER PK, OVO mendorong masyarakat untuk lebih waspada dengan membiasakan langkah sederhana seperti cek dan verifikasi, serta memastikan transaksi hanya dilakukan melalui kanal resmi agar terhindar dari berbagai modus penipuan," ujarnya seperti dikutip di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Seiring meningkatnya penggunaan layanan digital, modus penipuan pun ikut berkembang. Tidak hanya memanfaatkan celah teknologi, pelaku juga kerap memanfaatkan kondisi psikologis korban, seperti rasa panik, terburu-buru, hingga kurangnya verifikasi saat bertransaksi.
Salah satu modus yang sering terjadi adalah penyebaran nomor layanan pelanggan palsu. Pelaku mencantumkan kontak tidak resmi di internet atau media sosial, lalu mengarahkan korban untuk menghubungi melalui aplikasi pesan instan.
Setelah itu, korban diminta memberikan data pribadi seperti OTP, PIN, hingga informasi akun, bahkan diarahkan melakukan transfer dengan dalih penyelesaian masalah.
Baca Juga: BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai modus undangan digital atau file APK berisi malware, serta penawaran promo atau cashback palsu yang mengarah ke situs tidak resmi untuk mencuri data login pengguna.
Untuk meminimalkan risiko, OVO mengimbau masyarakat membiasakan langkah sederhana seperti tidak sembarangan mengklik tautan, tidak membagikan kode OTP atau PIN kepada siapa pun, serta selalu melakukan pengecekan sebelum menyelesaikan transaksi.
Prinsip yang diusung pun sederhana, jika ragu sebaiknya berhenti sejenak dan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Edukasi ini menjadi bagian penting agar masyarakat tetap bisa menikmati kemudahan transaksi digital tanpa harus khawatir terhadap ancaman penipuan.
Melalui kampanye GEBER PK dengan pesan #KalauRaguStopDulu, OVO berharap kesadaran masyarakat terhadap keamanan digital semakin meningkat, sehingga tercipta ekosistem transaksi yang lebih aman, nyaman, dan terpercaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN