/
Senin, 08 Agustus 2022 | 15:46 WIB
Tangkapan Layar kronologi bayi 6 bulan meninggal dunia saat perjalanan menonton Persebaya Vs Persita (Twitter / @jungkangFamily)

Selebtek.suara.com - Kejadian menyedihkan menimpa seorang bayi berusia enam bulan yang meninggal dunia usai diajak nonton bola.

Informasi tersebut berasal dari cuitan yang dibuat oleh ayah bayi tersebut, @JungkangFamily, ia nekat membawa bayinya yang berusia enam bulan untuk nonton sepak bola.

“Akhirnya saya belajar apa makna 'Persebaya Sak Tekone Izrail' berkat ketololan yg terbungkus ego dan kesombongan saya, Yang nekat mengajak anak saya yang berusia 6 bulan untuk away dari Tegal ke Surabaya demi melihat @persebayaupdate bertanding home perdana. Semoga cukup saya saja yg tolol,” kata pemilik akun @jungkangFamily dalam cuitannya tersebut, (3/8/2022) yang kini telah dihapus.

Ayah sang bayi bercerita bahwa dirinya ingin nonton bola klub Persebaya. Oleh karena itu, dirinya nekat membawa putrinya yang masih berusia enam bukan tersebut mengendarai motor dari Tegal ke Surabaya dengan mengendarai sepeda motor.

Pemilik akun menyalahkan dirinya lantaran ia mementingkan egonya sendiri untuk menonton pertandingan sepak bola tersebut. Apalagi acara pertandingan sepak bola tersebut diselenggarakan pada malam hari dan bayinya masih terbilang kecil.

Kejadian tersebut menjadi perhatian warganet, bahkan melalui akun Twitternya, seorang dokter spesialis anak, dr. Kurniawan Satria Dengan, M.Sc, Sp.A mengungkapkan bahwa membawa bayi berpergian mengendarai motor sangatlah bahaya.

Melalui cuitan akun Twitternya tersebut, dokter Denta menjelaskan bahwa bayi sangat mudah mengalami cedera kepala lantaran belum mempunyai kemampuan menopang kepala.

“Usia bayi adalah usia yang sangat rentan cedera kepala-leher-tulang belakang. 30 persen bobot bayi ada di kepalanya, dengan leher yg belum mampu menopang kepala, secara biomekanik kepala bayi jadi seperti bandul yang bisa berayun tanpa tahanan yg cukup,” jelas dr. Denta dalam cuitannya, Minggu (7/8/2022).

Tak hanya cedera pada bagian kepala saja, bayi dengan usia yang terbilang muda juga rentan mengalami masalah lain pada tubuh, seperti patah tulang sampai pendarahan di rongga perut apabila diajak berpergian mengendarai sepeda motor.

Baca Juga: Daftar Pemilu 2024, Begini Gaya Prabowo - Cak Imin Jalan Kaki ke Kantor KPU

Risikonya tidak hanya di cedera kepala, tapi juga trauma multipel, alias cedera di beberapa bagian tubuh yang terjadi bersamaan, misal patah rusuk, tungkai, perdarahan rongga perut, dll. Gerak bayi juga belum bebas, ketika bayi tergencet karena dibonceng di tengah misalnya, dia belum bisa memperbaiki posisi tubuhnya sendiri, jadi makin tinggi lah risiko cedera bayi,” sambungnya.

Load More