Selebtek.suara.com - Fenomena Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu membuat beberapa daerah lain ikut melaksanakannya. Bahkan beberapa pejabat terlihat ikut meramaikan fenomena tersebut, baik di Dukuh Atas secara langsung maupun di daerah masing-masing.
Salah satu yang ikut-ikutan yakni camat Payakumbuh Timur, Sumatera Barat. Namun miris, niatnya yang ingin mengadopsi Citayam Fashion Week justru berujung pada pencopotan jabatannya.
Melalui akun tiktok miliknya, @dewi.centong, Ia membagikan kisahnya.
Ia mengaku hanya ingin membuat konten saja tanpa bermaksud melanggar norma-norma agama ataupun adat istiadat setempat.
"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," sambungnya.
Ia menyebut bahwa kecaman dari MUI Kota Payakumbuh tersebut yang menjadi awal mula kehancuran untuk kariernya.
MUI Kota Payakumbuh mengecam aksi Dewi lantaran dinilai konten yang dibuat oleh Dewi tidak sesuai dengan norma agama serta adat istiadat yang berlaku.
"Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat," tutur MUI Payakumbuh mengusulkan.
Tak hanya itu, MUI Kota Payakumbuh juga menyoroti gaya berpakaian Dewi yang dinilainya tabarruj yang dikecam dalam syari'at.
Baca Juga: Pimpin Hanura Daftar ke KPU, OSO: Semoga Pemilu 2024 Ajang Adu Gagasan, Bukan Saling Menjatuhkan
"Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari'at (QS al-Ahzab: 33)," sambungnya.
"Jika ibu bermaksud untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, maka tidaklah dengan cara 'murahan' ala anak-anak Citayam itu pakaian Bundo Kanduang di Ranah Minang ini dipromosikan," kata MUI Payakumbuh melanjutkan.
Usai mengomentari postingan Dewi, MUI Payakumbuh melaporkan ke Wali Kota Payakumbuh hingga berujung pada pencopotan jabatan. (cc)
Sumber: Suarajabar.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
XLSMART Genjot Smart City Berbasis AI dan IoT, Siap Diterapkan ke Seluruh Indonesia
-
Efisiensi Waktu, BRI Private Tawarkan Akses Eksklusif Jet Pribadi bagi Nasabah
-
Polisi Sebut Sopir Bus ALS Sempat Ambil Jalur Kanan Sebelum Tabrakan Maut di Muratara
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
Terpopuler: Mobil Favorit Ibu Rumah Tangga, Motor Pesaing Honda ADV 160 dan CB150X
-
Urutan Skincare Pigeon Pagi dan Malam agar Kulit Glowing Alami
-
Berapa Jumlah Penumpang Bus ALS yang Terbakar di Muratara? Ini Data Sementara Polisi