Selebtek.suara.com - Pendidikan nampaknya masih menjadi hal yang mahal untuk sebagian pelajar, seperti yang dialami oleh pelajar SMA 11 Buru yang tinggal di Desa Waemorat, Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, Maluku. Pasalnya, mereka harus menyeberangi sungai yang memiliki arus deras demi mengenyam bangku pendidikan.
Melalui unggahan akun Facebook dari seorang warga dusun Waelawa, Desa Waeomorat, Muhammad O Galela mendokumentasikan dalam bentuk video berdurasi 45 detik yang menggambarkan perjuangan anak desa tersebut untuk bisa bersekolah.
Bahkan, mereka harus menceburkan diri ke dalam aliran sungai untuk menyeberangi sungai yang memiliki lebar 10 meter tersebut. Agar tak terseret derasnya arus, mereka harus berpegangan tangan satu sama lain.
Ketika dikonfirmasi oleh Terasmaluku.com-jaringan Suara.com, Muhammad O Galela mengemukakan bahwa pelajar tersebut terpaksa menjalani rutinitas menyeberangi sungai demi bersekolah setiap hari.
Ia mengatakan bahwa kondisi tersebut terjadi lantaran tidak adanya jembatan penghubung.
Tak hanya siswa SMA, kondisi serupa juga dialami oleh pelajar SMP. Apabila anak SMA 11 Buru menyeberang dari Waeomorat Dusun Waelawa, anak SMPN 25 Waeomorat yang berasal dari Dusun Waelawa harus menyeberangi sungai dari Waelawa ke Waeomorat.
Kondisi tersebut semakin membahayakan apabila terjadi hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Mirisnya, banyak anak yang terseret derasnya aliran sungai. Peristiwa tersebut mengakibatkan banyak anak yang terpaksa harus putus sekolah lantaran takut menyebrang jalan hujan deras melanda.
"Kalau talalu kuat (aliran sungai terlalu deras), dong seng bisa lewat (mereka tidak bisa sekolah), nyawa taruhan," ujarnya.
Kondisi miris tersebut berlangsung selama 20 tahun lamanya.
Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi Maluku mengusulkan anggaran untuk perbaikan jembatan sesuai dengan janji Gubernur yang menjabat.
"Katong (kita) berharap semoga pemerintah daerah, Pemerintah provinsi Maluku usulkan anggaran untuk pembuatan jembatan sesuai dengan janji gubernur kemarin. 77 tahun Indonesia merdeka, 20 tahun kecamatan Batabual jadi (berdiri), jembatan belum jadi-jadi," imbuhnya. (cc)
Sumber: suarasulsel.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Makin Panas! Presiden Inter Milan Serang Balik Direktur Juventus Giorgio Chiellini
-
'Hilang Huma(n)': Ketika KoBer Membaca Krisis Pangan sebagai Krisis Peradaban
-
Igor Tudor Datang, Pelatih Keturunan Indonesia Pergi dari Tottenham Hotspur
-
Tersandung Izin Kerja seperti Maarten Paes, Van Persie Akali Aturan Demi Raheem Sterling
-
Dianggap Punya DNA United, Pelatih Elkan Baggott Dirumorkan Bakal Gantikan Carrick di MU
-
Mohamed Salah Menuju ke Arab Saudi, Liverpool Siapkan 4 Calon Pengganti
-
Eks Winger Liverpool Ditangkap Polisi di Bandara, Terlibat Kasus Apa?
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Targetkan Piala Dunia, John Herdman Waspadai Ekspektasi Publik Bisa Jadi Kutukan Timnas Indonesia