/
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 08:58 WIB
Kamaruddin Simanjuntak (YouTube/Seleb Oncam News)

Selebtek.suara.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menjadi sosok yang berperan penting dalam mengungkap misteri kematian kliennya. Sikapnya yang lantang dan berani memperjuangkan keadilan membuat publik penasaran dengan sosok pengacara asal Tapanuli itu.

Kamaruddin sempat mengungkap bahwa dirinya tidak akan gentar mengungkap fakta fakta yang sudah ia kumpulkan untuk mengungkap pembunuhan Brigadir J meski harus berhadapan dengan tokoh-tokoh besar.

Namun ternyata dibalik sikapnya yang berani ada cerita pilu yang dialami oleh Kamaruddin Simanjuntak di masa lalu. Drama kelam yang pernah dilaluinya membuat pengacara ini tak gentar menghadapi teror maupun ancaman.

"Kita sudah bosan diteror," ujar Kamaruddin dikutip Selebtek dari Kanal YouTube Seleb Oncam News, Sabtu (27/8/2022).

Istri dan anak Kamaruddin ternyata pernah dibakar hidup-hidup saat ia menangani sebuah kasus penting pada tahun 2016.

“Waktu saya bela putri Soekarno dulu, saya lagi bicara seperti ini di hadapan rapat itu membela para tersangka itu, istri saya baru jalan pagi 400 meter dari rumah, baru keluar komplek dibakar hidup-hidup istri saya sama anak saya, jadi saya udah nggak ada takut,” ujar Kamaruddin.

"Pokoknya bandit yang harus takut sama kita jangan pernah takut sama bandit," lanjutnya.

Kamaruddin mengaku tidak peduli terkait ancaman dan teror yang dia dapatkan karena membela kasus Brigadir J mati-matian dan menyerang institusi.

"Saya tidak peduli, mau diteror, mau dipotong, mau dibunuh saya nggak peduli. Mati aja untung apalagi hidup itu kalau prinsip saya," katanya.

Baca Juga: Mengagetkan, Kondisi Mental Kejiwaan Dua Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Kamaruddin juga percaya kepada Tuhan yang pasti akan menolongnya. 

"Istri saya saja sudah dibakar hidup-hidup dalam mobil faktanya masih selamat," tutur Kamaruddin.

Ia pun menyebut selamat dari ancaman pembunuhan saat menangani beberapa kasus di masa lalu. Karena itulah ia merasa tidak gentar saat berhadapan dengan lawan-lawannya.

"Saya sudah dikasih uang Rp11 miliar dulu membunuh saya waktu 2011, waktu saya buka wisma atlet yang berujung pada e-KTP, saya masih hidup. Jadi untuk apa kita takut?," ujarnya.

"Kita kalo berani dan tidak takut, kejahatan yang habis, penjahat yang berkurang, bener gak. tapi kalau kita takut sama mafia sama penjahat maka penjahat itu subur kejahatan itu subur," sambungnya.

Kamaruddin mengajak masyarakat untuk membersihkan institusi Polri dari tangan mafia dan oknum-oknum penjahat.

Load More