Selebtek.suara.com - Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menjadi sosok yang berperan penting dalam mengungkap misteri kematian kliennya. Sikapnya yang lantang dan berani memperjuangkan keadilan membuat publik penasaran dengan sosok pengacara asal Tapanuli itu.
Kamaruddin sempat mengungkap bahwa dirinya tidak akan gentar mengungkap fakta fakta yang sudah ia kumpulkan untuk mengungkap pembunuhan Brigadir J meski harus berhadapan dengan tokoh-tokoh besar.
Namun ternyata dibalik sikapnya yang berani ada cerita pilu yang dialami oleh Kamaruddin Simanjuntak di masa lalu. Drama kelam yang pernah dilaluinya membuat pengacara ini tak gentar menghadapi teror maupun ancaman.
"Kita sudah bosan diteror," ujar Kamaruddin dikutip Selebtek dari Kanal YouTube Seleb Oncam News, Sabtu (27/8/2022).
Istri dan anak Kamaruddin ternyata pernah dibakar hidup-hidup saat ia menangani sebuah kasus penting pada tahun 2016.
“Waktu saya bela putri Soekarno dulu, saya lagi bicara seperti ini di hadapan rapat itu membela para tersangka itu, istri saya baru jalan pagi 400 meter dari rumah, baru keluar komplek dibakar hidup-hidup istri saya sama anak saya, jadi saya udah nggak ada takut,” ujar Kamaruddin.
"Pokoknya bandit yang harus takut sama kita jangan pernah takut sama bandit," lanjutnya.
Kamaruddin mengaku tidak peduli terkait ancaman dan teror yang dia dapatkan karena membela kasus Brigadir J mati-matian dan menyerang institusi.
"Saya tidak peduli, mau diteror, mau dipotong, mau dibunuh saya nggak peduli. Mati aja untung apalagi hidup itu kalau prinsip saya," katanya.
Baca Juga: Mengagetkan, Kondisi Mental Kejiwaan Dua Tersangka Pembunuhan Brigadir J
Kamaruddin juga percaya kepada Tuhan yang pasti akan menolongnya.
"Istri saya saja sudah dibakar hidup-hidup dalam mobil faktanya masih selamat," tutur Kamaruddin.
Ia pun menyebut selamat dari ancaman pembunuhan saat menangani beberapa kasus di masa lalu. Karena itulah ia merasa tidak gentar saat berhadapan dengan lawan-lawannya.
"Saya sudah dikasih uang Rp11 miliar dulu membunuh saya waktu 2011, waktu saya buka wisma atlet yang berujung pada e-KTP, saya masih hidup. Jadi untuk apa kita takut?," ujarnya.
"Kita kalo berani dan tidak takut, kejahatan yang habis, penjahat yang berkurang, bener gak. tapi kalau kita takut sama mafia sama penjahat maka penjahat itu subur kejahatan itu subur," sambungnya.
Kamaruddin mengajak masyarakat untuk membersihkan institusi Polri dari tangan mafia dan oknum-oknum penjahat.
Berita Terkait
-
Istri Ferdy Sambo Akhirnya Mengaku Juga, Putri Candrawathi Ceritakan Kejadian yang Sebenarnya Dialami
-
Diberondong 80 Pertanyaan, Putri Candrawathi Menolak Disangkakan Terlibat Pembunuhan Berencana Brigadir J
-
Kamaruddin Simanjuntak Sebut Upaya Banding Ferdy Sambo Hanya Akal-akalan
-
Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat, Pengacara Brigadir J: Sesuai Harapan Keluarga
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Imigrasi Sumut-Pemko Tebing Tinggi Teken Perjanjian Pinjam Pakai Gedung Unit Layanan Paspor
-
Apakah Viva Whitening Cream Bisa Samarkan Flek Hitam? Cek Klaim Pengguna
-
Ratusan Bangunan Liar di Cianjur Ditertibkan
-
4 Low pH Cleanser Beta Glucan, Kunci Kelembapan Maksimal pada Kulit Kering
-
Pelantikan DHD 45 Sumut, Bobby Nasution Ajak Generasi Muda Gelorakan Semangat Juang '45
-
Polisi Ungkap Kronologi-Motif Wanita Bunuh Diri Pakai Senpi di Medan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
OJK Blokir 36.735 Rekening, Mayoritas Terindikasi Judi Online
-
7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu
-
Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik