Selebtek.suara.com - Kata "Slebew" belakangan viral dan banyak digunakan oleh masyarakat baik di sosial media maupun di lingkungan sehari-hari. Istilah ini berawal dari Jeje, salah satu ikon Citayam Fashion Week yang menyebut kata tersebut di salah satu konten TikTok hingga akhirnya ia pun dikenal sebagai Jeje Slebew.
Meski kata "Slebew" viral dan banyak digunakan, namun ternyata penggunaan kata tersebut di platform digital bisa kena blokir Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Lantas apa artinya istilah "Slebew" yang viral tersebut?
Setelah ditelusuri , kata "Slebew" ternyata tidak ditemukan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) maupun kamus Bahasa Inggris.
Akan tetapi, laman Google memuat sebuah artikel yang menyatakan bahwa kata slebew merupakan ungkapan yang mewakili kata-kata dewasa dan mengandung unsur pornografi vulgar agar tidak terlalu mencolok.
Oleh karena itu Kominfo sebagai pemilik otoritas untuk memblokir kata kunci yang dinilai melanggar kode etik, memblokir penggunaan bahasa gaul "Slebew" ini, karena dianggap memiliki makna yang berbau negatif hingga pornografi.
Meski tidak ada arti yang spesifik yang menjelaskan makna "Slebew" namun penggunaannya tidak boleh sembarangan. Beberapa pendapat mengatakan jika slebew bermakna negatif dan mengandung pornografi.
Hal serupa juga diungkap oleh sebuah situs bernama FP Darkside of Dimension yang mengkategorikan bahasa gaul "Slebew" ke dalam unsur pornografi karena terkesan nyeleneh dan menjijikkan.(*)
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Usai Harga BBM Naik, Polisi di Serang Perketat Keamanan di SPBU
Berita Terkait
-
Kata 'Slebew' Diblokir karena Mengandung Unsur Pornografi, Jeje: Itu Bahasa Gaul Anak Zaman Sekarang
-
Kominfo Kirim 27 Nama Calon Anggota KPI Pusat ke DPR
-
Kata 'Slebew' Diblokir Kominfo dari Internet karena Berbau Pornografi, Apa Kata Jeje?
-
Distribusi STB Gratis dari TV Swasta Masih Sangat Kecil, Didorong Dipercepat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah