/
Kamis, 15 September 2022 | 09:15 WIB
Irjen Ferdy Sambo (ANTARA)

Selebtek.suara.com – Kasus pembunuhan berencana Brigadir J sangat rumit. Hal ini diutarakan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Menurutnya banyaknya  obstraction of justice atau upaya penghalangan proses hukum dalam yang dilakukan Ferdy Sambo sebagai aktor utama membuak kasus ini sulit terbongkar.

Bahkan untuk memuluskan skenario ia meminta bantuan anggota polisi lain. Hingga akhirnya 90 lebih anggota Polri terseret kasus tersebut. Beberapa diantaranya terancam pidana hingga dipecat.

"Iya ini akan rumit menurut saya. Jangan mengganggap ini mudah saja, enggak. Menurut saya rumit," ujar Taufan saat dihubungi Suara.com pada Rabu (14/9/2022).

Kerumitan lainnya akibat obstraction of justice yang dilakukan Ferdy Sambo adalah rusaknya tempat kejadian perkara (TKP), menghilangkan barang bukti seperti ponsel orang terkait hingga CCTV di TKP.

Keterangan dari para tersangka juga berbeda. Misalnya ucapan Bharada E dan Ferdy Sambo soal siapa saja yang menembak Brigadir J.

Disebutkan Bharada E mengaku selain dirinya, Ferdy Sambo juga ikut menembak Brigadir J. Sementara mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo mengaku hanya memerintahkan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Kemudian juga dipersulit dengan pengakuan terbaru Bripka Ricky Rizal yang juga tersangka, kata Taufan, yang mengaku tidak melihat secara gamblang penembak Brigadir J. Nantinya, dikhawatirkan Kuat Ma'ruf yang juga tersangka, ikut menarik diri dari peristiwa penembakan tersebut.

"Artinya, hanya ada satu keterangan dari yang namanya Richard (Bharada E), yang mengakui Sambo menembak. Satu lagi keterangan dari Sambo yang menembak hanya Richard," ujar Taufan.

Baca Juga: 3 Hal yang Wajib Dilakukan Saat Diet, Bantu Turunkan Berat Badan dengan Cepat

Nantinya, di persidangan nanti hakim akan mempertanyakan bukti dari keterangan para tersangka, termasuk pelaku yang membuat luka mematikan di dada dan kepala Brigadir J.

"Karena hakim akan terus memastikan siapa melakukan apa? Contohnya siapa yang menembak dada dan kepala itu? Itu penting kan," ucap Taufan. (*)

Sumber: Suara.com

Load More