Selebtek.suara.com - Putri Candrawathi (PC) tidak ditahan polisi meski berstatus sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J atas dasar pertimbangan kemanusiaan mengingat kondisinya yang masih memiliki balita berusia 1,5 tahun. Selain itu, kuasa hukum Putri, Arman Hanis mengatakan kondisi kesehatan kliennya tidak stabil.
Hal ini memicu berhembusnya isu Putri Candrawathi mendapat perlakuan istimewa karena masih ada pengaruh kuat sang suami, Ferdy Sambo.
Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun buka suara. Ia mengungkapkan alasan istri Ferdy Sambo itu tidak ditahan dalam acara Kick Andy MetroTV yang dibagikan oleh akun Instagram @lambegosiip.
"Sepanjang tersangka tersebut kooperatif dan saya lihat memang ada rekomendasi dari Komnas Perempuan terhadap kondisi psikologi kesehatan Putri yang "perlu ada perhatian khusus" dan bersangkutan memiliki anak umur 1,5 tahun," ujar Sigit, dikutip Selasa (20/9/2022).
Sigit juga menambahkan meski tidak ditahan, penyidik memutuskan mencekal Putri Candrawathi dan memberi kesempatan wajib lapor 2 minggu sekali.
"Terkait dengan apakah dia menghalang-halangi penyidikan, ataukah ingin mengulangi lagi, tentu itu menjadi pertimbangan. Kemudian penyidik mengambil keputusan mencekal, dan memberi kesempatan wajib lapor 2 minggu sekali," kata Sigit.
Sigit menyadari, ini menjadi keputusan yang tidak populer di mata publik. Karena itu, dia meminta penyidik memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk perkara serupa ke depannya.
"Saya minta ke penyidik, terkait dengan hal-hal seperti ini memiliki SOP ke depan yang sama sehingga untuk masyarakat, kelompok "rentan" mendapat SOP yang sama sehingga tidak jadi masalah yang selalu dibanding-bandingkan," ungkapnya.
Listyo Sigit juga membantah keputusan Putri Candrawathi tidak ditahan karena masih ada negosiasi dan kewenangan yang tersisa dari Ferdy Sambo meski telah menjadi tersangka.
Baca Juga: Diduga Setor Rp560 Miliar ke Kasino di Luar Negeri, Dari Mana Asal Harta Lukas Enembe?
"Kalau terkait dengan kewenangan Sambo yang tersisa, saya kira dengan hukuman-hukuman maksimal yang nanti akan diberikan kepada FS tentunya itu menjadi bukti bahwa tidak ada kewenangan Sambo yang tersisa dan membuat penyidik menjadi ragu-ragu (menentukan Putri Candrawathi tidak ditahan)," ucap Listyo Sigit.
Sigit menegaskan keputusan lebih kepada pertimbangan subjektif dan kemanusiaan, termasuk dengan mempertimbangkan berbagai rekomendasi dari pihak eksternal.
Unggahan tersebut menuai banyak komentar dari warganet.
"Pengen komen takut kang bakso, bawa HT depan rumah," komentar salah satu netizen.
"Kalau orang miskin di posisi PC pasti beda lagi ya alasan bapak...," timpal yang lain.
"Inti nya bapak pilih kasih," ujar netizen yang lainnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
Rahasia Atasi Mesin Cuci Bergoyang dan Berisik di Rumah, Tanpa Panggil Tukang Servis
-
Sempat Hilang, Pencari Ikan Ditemukan Meninggal di Sungai Rejosari Lampung Tengah
-
Kenalkan Karakter Baru, Ini Tampilan Perdana Film The Angry Birds Movie 3
-
4 Zodiak Paling Hoki yang Bakal Panen Cuan dan Peluang Emas pada 26 Juni 2026
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
6 Shio yang Menarik Keberuntungan 26 Juni 2026, Kebahagiaan Menanti!
-
Ulasan Film Tanah Runtuh: Tragedi Kemanusiaan Poso yang Menguras Air Mata
-
Nongol di Dealer, Harga Rasa LCGC: Intip SUV Terbaru Renault yang Sekaliber Toyota Raize
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026