Selebtek.suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menepis isu kenaikan tarif listrik bersubsidi dan penghapusan golongan 450 VA ke 900 VA yang baru-baru ini menghebohkan masyarakat.
Menurut keterangannya, BUMN tidak pernah memiliki rencana menaikkan tarif listrik dengan menghapus daya listrik 450 VA.
"Seperti pernyataan Bapak Presiden tadi pagi, bahwa pemerintah, BUMN tidak pernah punya rencana menghapuskan pelanggan listrik 450 VA dan menjadikan 900 VA," kata Erick dikutip dari akun Instagram @erickthohir pada Rabu (21/9/2022).
bahwa pemerintah saat ini terus berupaya meringankan beban masyarakat di tengah gejolak ekonomi global.
"Kami berharap masyarakat tidak cemas dan khawatir mengingat Presiden @jokowi telah memberikan ketegasan terkait tidak adanya kenaikan tarif listrik maupun pengalihan daya listrik," tulis Erick Thohir sebagai caption.
"Saya memastikan tidak menghapus daya listrik 450VA, demi melayani yang kurang mampu. Ini adalah bagian dari komitmen kami di pemerintahan," lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak ada penghapusan daya listrik 450 Volt Ampere (VA). Begitu pula, perubahan ke 900 VA tidak akan dilakukan.
“Tidak ada penghapusan (daya listrik) untuk yang 450 VA. Tidak ada juga perubahan dari 450 VA ke 900 VA. Tidak ada,” ujar Jokowi usai peresmian Jalan Tol Cibitung – Cilincing pada Selasa (20/9/2022).
Isu terkait kenaikan daya listrik tersebut ramai diberitakan dan membuat sejumlah masyarakat khawatir.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Digugat Cerai Istri, Elektabilitasnya Kalahkan Ketum Golkar
Mengutip dari Suara.com, kabar tersebut muncul usai Ketua Banggar DPR Said Abdullah menyampaikan bahwa Indonesia ketergantungan impor minyak bumi.
Karena itu, menurutnya dalam peralihan dari energi berbasis minyak bumi, penghapusan daya listrik 450 VA membutuhkan kebijakan tepat.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026, Jepang Hadapi Brasil, Belanda Tantang Maroko
-
5 Sepatu Slip On Lokal Terbaik yang Anti Ribet dan Nyaman untuk Jalan Kaki Menurut Reviewer
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
Bukan Sekadar Nama! Ini 8 Julukan Unik Timnas Peserta Piala Dunia 2026
-
Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar