/
Kamis, 29 September 2022 | 09:20 WIB
Ilustrasi Profil 7 Pahlawan Revolusi yang Diculik dan Dibunuh dalam Tragedi G30S PKI (Dok. Kemdikbud)

Selebtek.suara.com - Peristiwa kelam G30S PKI yang terjadi pada 30 September 1965 silam menewaskan enam orang jenderal dan satu perwira pertama TNI AD yang kemudian diberi gelar Pahlawan Revolusi.

Ketujuh pahlawan revolusi itu diculik dan dihabisi oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Jasad mereka ditemukan di sumur tua dengan kedalaman kurang lebih 12 meter pada tanggal 4 Oktober 1965, oleh satuan Resimen Para Anggota Komando Angkatan Darat (RPKAD) di kawasan hutan karet Lubang Buaya. 

Berikut daftar 7 pahlawan revolusi yang menjadi korban peristiwa G30S PKI.

1. Jenderal Ahmad Yani

Pahlawan yang gugur saat peristiwa G30S/PKI pertama yakni Jenderal Ahmad Yani, seorang petinggi TNI AD Masa Orde Lama. Ia lahir di Purworejo, 19 Juni 1922.

Saat muda, ia mengikuti pendidikan Heiho di Magelang dan Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor, sehingga ia melanjutkan karirnya di dunia militer. Ia turut dalam pemberantasan PKI Madiun 1948, Agresi Militer Belanda II dan penumpasan DI/TII Jawa Tengah.

Ia diangkat sebagai Komandan Komando Operasi 17 Agustus di Sumatera Barat untuk menumpas pemberontakan PRRI. Pada 1962, ia diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat.

2. Mayjen R Soeprapto

Pahlawan yang gugur saat peristiwa G30S/PKI kedua yakni Mayjen R Soeprapto. Ia lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920.

Baca Juga: Jalan Panjang Regulasi Pendidikan Indonesia

Mayjen R Soeprapto pernah mengikuti pendidikan Akademi Militer Kerajaan Bandung. Namun ia harus berhenti lantaran ada pendaratan Jepang di Indonesia.

Setelah itu, Mayjen R Soeprapto masuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Ia telah beberapa kali turut merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap saat awal kemerdekaan Indonesia.

3. Mayjen MT Haryono

Mayjen MT Haryono lahir di Surabaya pada 20 Januari 1924.

Sebelum di dunia militer, Mayjen MT Haryono mengikuti Ika Dai Gaku yakni sekolah kedokteran di Jakarta. Kemudian ia bergabung dengan TKR pangkat mayor.

Mayjen MT Haryono sempat menjabat sebagai Sekretaris Delegasi Militer Indonesia dan menjadi Atase Militer RI untuk Belanda pada 1950.

Load More