Selebtek.suara.com - Nasib sepakbola Indonesia kini tengah menanti sanksi berat yang bakal dijatuhkan oleh FIFA sebagai buntut dari Tragedi Kanjuruhan yang terjadi usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya pada lanjutan Liga 1 2022/2022, Sabtu (1/10/2022).
Tragedi Kanjuruhan sejauh ini sudah memakan korban tewas 130 orang dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Tak hanya itu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang juga berimbas pada rusaknya 13 mobil. Belasan mobil tersebut terdiri dari mobil polisi dan mobil pribadi.
Sanksi yang bakal dijatuhkan FIFA terhadap sepakbola indonesia tentunya tidak main-main mengingat besarnya jumlah korban yang jatuh dalam Tragedi Kanjuruhan serta pelanggaran terhadap aturan FIFA soal larangan penggunaan gas air mata.
Ancaman pertama dari sanksi FIFA yang kemungkinan dijatuhkan adalah seluruh pertandingan Liga Indonesia akan dibekukan selama delapan tahun. Sebuah hukuman yang sangat berat bagi semua yang berkepentingan mulai dari pemain, pelatih, PSSI hingga pelaku ekonomi.
Selain itu FIFA kemungkinan besar bakal mencoret ataupun membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tyang akan digelar 20 Mei hingga 11 Juli 2022. mendatang dengan alasan keamanan. Indonesia
Ancaman sanksi berat lain dari FIFA bisa berupa pencabutan hak keikutsertaan Timnas Indonesia di Piala Asia U-2023 dan piala Asia U-20 2023.
Timnas Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 yang akan digelar 16 Juni-16 juli 2023. Sedangkan Piala Asia U-20 akan digelar 1-16 Maret 2023 di Uzbekistan.
Selain itu FIFA juga berpotensi menjatuhkan sanksi pengurangan poin terhadap Timnas Indonesia. yang akan memengaruhi peringkat alias ranking FIFA.
Baca Juga: Viral! Wanita ini Berani Meluapkan Emosinya atas Terjadinya Tragedi Kanjuruhan
Saat ini Timnas Indonesia menempati peringkat 152 dunia dan bila sanksi ini dijatuhjkan maka peringkat Indoesia kemungkinan bisa turun jauh.
Buntut tragedi Kanjurahan bisa membuat FIFA kemungkinan menjatuhkan sanksi berat berupa larangan menggelar pertandingan tanpa penonton dalam waktu lama.
FIFA juga bisa saja menjatuhkan sanksi larangan main kepada semua klub asal indonesia di ajang AFC Cup dan Liga Champions Asia
Hingga artikel ini dimuat FIFA belum memberikan reaksi apapun terhadap tragedi Kanjuruhan meski sudah begitu banyak media internasional yang menyoroti tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 130 orang.
Menurut kalian, sanksi berat apa yang bakal dijatuhkan FIFA terhadap Indonesia?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana