Selebtek.suara.com – Vino Bastian baru-baru ini dipuji karena berhasil memerankan Papa Dodo pada film Miracle in Cell No 7. Pada film ini, Vino berperan sebagai seorang ayah dengan keterbelakangan mental.
Peran ini menuntutnya untuk mendalami peran sebagai ayah tunggal, walaupun dikehidupan nyata ia sudah mempunyai anak perempuan bernama Jizzy.
Film ini menceritakan kedekatan Papa Dodo dan anaknya yang bernama Ika, namun mereka harus berpisah karena Papa Dodo difitnah telah membunuh dan memperkosa seorang gadis.
Dalam wawancara bersama Vincent dan Desta, mereka juga membahas mengenai kedekatan bersama anak mereka masing-masing. Vino mengaku sempat mengalami patah hati akibat perubahan sikap sang anak.
“Misalkan anak gua waktu… waktu sekolah masih minta dianterin gitu kan, wah gua anterin, gue anterin. Begitu dia sekolah udah ga mau dianterin aja gitu, maksudnya udah aku bisa jalan sendiri gitu ke kelas, waah patah hati banget,”ucap Vino.
Selain itu, Vino juga cemburu ketika sang anak bingung menjawab pertanyaan mengenai ketampanan ayahnya yang dibandingkan dengan teman sekolahnya.
Namun kecemburuan ternyata tidak hanya dialami oleh Vino. Anak perempuannya itu juga sering merasa cemburu jika lawan main Vino merupakan seorang wanita.
“ Misalkan kadang-kadang ada lawan main kita yang tiba-tiba dia itu jadi istri atau pacar, dia begitu liat trailernya, dia udah mukanya udah ga enak,” sambung Vino.
Karena itu, Vino saat ini lebih membatasi perannya untuk menjaga perasaan sang anak.
Baca Juga: Aksi Sujud Massal Polisi Meminta Maaf Tragedi Kanjuruhan, Pengamat: 'Tak perlu dan Lebay'
Dilain sisi, Indro yang juga menjadi bintang tamu dalam acara itu mengaku menyesal karena selalu mengandalkan istri untuk berkomunikasi dengan para anak-anaknya.
Ketika istrinya meninggal, ia malah merasa kesulitan untuk berkomunikasi dan menyampaikan sesuatu kepada anak-anaknya. Indro berharap agar hal ini tidak terjadi kepada siapapun termasuk Vincent dan Desta.
Mengenai pendalaman peran sebagai seorang penyandang disabilitas, Vino bahkan meminta didampingi oleh psikolog ketika memainkan perannya sebagai Papa Dodo. Ia khawatir jika gerakan yang dilakukannya tidak pernah ada bagi penyandang disabilitas yang ia perankan.
Setelah film ditayangkan dan booming, Vino mengaku mendapat banyak pesan yang mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah mewakili ketidakadilan yang dirasakan teman-teman disabilitas.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional