Selebtek.suara.com - Psikolog sekaligus konsultan pernikahan, Lita Gading menyebut Rizky Billar dan Lesti Kejora memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Menurutnya pedangdut itu harus berhati-hati jika memutuskan kembali bersatu dengan sang suami usai kejadian KDRT.
"Ini memang perbedaan karakter yang sangat jomplang. Billar itu hal-hal yang ekspresif dan segala sesuatu yang harus diluapkan, dan emosional, dan temperamen," ujar Lita Gading dalam program televisi yang dibawakan Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, dan dibagikan ulang oleh akun Instagram @lambegosiip.
Karena karakter Rizky Billar tersebut, Lita Gading mewanti-wanti agar Lesti Kejora lebih berhati-hati lagi karena masalah sekecil apapun bisa menjadi pemicu pertengkaran.
"Temperamen itu kan suatu perilaku yang diaplikasikan dalam bentuk kekerasan, baik verbal maupun fisik. Itu indikasinya yang saya bilang hati-hati," ujar Lita Gading.
"Karena kalau orang seperti ini, pemicunya apapun, sekecil mungkin masalah bisa ter-blow up," lanjutnya.
Menurut Lita Gading karakter Rizky Billar semestinya sudah tercium sebelum menikah.
"Hati-hati, harus ada pendampingan khusus," ujarnya lagi.
Lita Gading berharap Rizky Billar tidak akan mengulangi KDRT terhadap Lesti Kejora. Proses hukum yang sempat dijalaninya diharapkan dapat memberi efek jera pada pesinetron 27 tahun itu.
"Semoga dia merubah mind set tersebut. 'Aduh gua gak mau nih kejadian seperti itu' kalau dia sadar" kata Lita Gading.
Namun Lita Gading khawatir apabila Rizky Billar menyimpan dendam karena merasa dipermalukan dengan laporan KDRT yang diterimanya. Hal itu justru akan lebih membahayakan untuk Lesti.
"Atau bisa jadi lebih dari itu. Karena ini ada indikasi di-publish kan, ada rasa malu, dendam, dan sebagainya. Bisa saja suatu hari 'Gue mengintimidasi anak lu, lu supaya diem, dan lu di bawah ketiak gue'," kata Lita Gading.
Namun prediksi Lita Gading terkait hal itu bisa terjadi bisa juga tidak.
"Bisa terjadi, bisa tidak," kata Irfan Hakim.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tumpukan di Balik Senyum Desa Tambakromo
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Pengungkapan Berantai, Polda Jateng Bongkar Jaringan Sabu di Solo Raya, Tiga Pengedar Diamankan
-
Dexlite Meroket Harga SUV Mitsubishi Merosot, Ini Pajero Sport Bekas Paling Cocok
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Sinopsis Made in Korea Season 2: Kembalinya Hyun Bin, Jung Woo Sung, dan Woo Do Hwan
-
Menutup Celah Maut: Jembatan Kembar Cangar Segera Dipagari 'Benteng' Baja
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora