Dalam kondisi seperti inilah wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga seolah tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa memendam perasaannya. Karena bisa saja korban berpikir jika dia melaporkan kekerasan yang dialami, bagaimana nanti ia dan anak-anaknya akan meneruskan kehidupan.
Beban berlapis ini juga bisa terjadi karena culture masyarakat.
Dalam video yang diunggah di akun youtube nya itu, Gitasav menilai masih banyak masyarakat yang menganggap perceraian adalah sebuah aib. Karena itu lah wanita yang mengalami masalah kekerasan dalam rumah tangga enggan untuk berpisah karena takut dikucilkan oleh masyarakat sekitar.
Ia juga menambahkan bahwa adanya normalisasi hubungan toxic juga menjadi pemicu sulitnya seseorang keluar dari hubungan yang tidak sehat.
Seorang istri yang berada dalam suatu hubungan toxic bisa saja mengurungkan niatnya untuk berpisah karena alasan ini. Dalam kondisi ini korban biasanya dituntut untuk menahan apapun kondisi yang terjadi dalam suatu permasalahan rumah tangga. Terlebih lagi jika sudah memiliki anak.
Anak merupakan alasan terbesar seorang istri untuk tidak berpisah dengan suaminya yang bahkan telah melakukan kekerasan. Banyak seorang ibu yang tidak menginginkan anaknya tumbuh tanpa sosok seorang ayah.
Menurut Gitasav, bisa saja dikemudian hari sang suami masih berlaku kasar terhadap sang istri di depan anaknya. Hal ini bisa menyebabkan si anak trauma dan menganggap tidak adanya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam suatu hubungan rumah tangga.
4. Keluar dari abusive relationship tidak selalu aman
Pada tahun 2018 di Britania Raya ada sekitar 41% perempuan yang dibunuh setelah keluar dari abusive relationship. Kebanyakan mereka dibunuh di tahun pertama mereka memutuskan untuk keluar dari hubungan tersebut.
Jadi Gitasav tidak terlalu setuju jika seorang wanita yang bertahan dalam hubungan yang abusive adalah wanita yang bodoh. Karena bisa jadi posisi mereka sedang dalam bahaya.
5. Trauma Bond
Trauma bond merupakan ikatan emosional antara pasangan walaupun pasangan merupakan seseorang yang kasar.
Jika wanita selalu mengalami penindasan dan makian dari pasangannya selama bertahun-tahun, maka harga diri dan kepercayaan diri wanita akan semakin hilang. Pengurangan harga dan kepercayaan diri inilah yang membuat wanita terus bertahan dalam abusive relationship. Mereka sudah merasa pasrah dan tidak ingin lagi berjuang.
Gitasav juga menambahkan bahwa KDRT merupakan sebuah lingkaran. Awalnya pasangan akan membangun ketegangan seperti lebih mudah untuk marah.
Selanjutnya, pasangan akan mulai melakukan kekerasan dalam berbagai macam bentuk. Setelah melakukan fase ini, pasangan akan mulai meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dia juga akan melakukan segala macam cara agar korban kembali mempercayainya.
Setelah korban merasa percaya, si pasangan biasanya akan lebih meyakinkan di dalam fase honeymoon. Di fase inilah yang membuat wanita sering sulit untuk keluar dari hubungan mereka yang toxic.
Padahal ini semua hanyalah fase yang sengaja dilakukan agar si wanita kembali percaya kepada pelaku. Selanjutnya, si pria yang sudah di percaya akan cenderung untuk kembali melakukan kekerasan.
Dari semua penjelasan inilah, Gitasav berpendapat bahwa untuk keluar dari suatu hubungan yang toxic itu cukup sulit. Karena itu, dia menyayangkan pendapat sebagian orang yang menganggap di prank oleh Lesti Kejora.
Ia juga menambahkan bahwa korban kita sebaiknya berempati dan menjadi pendengar yang baik bagi korban KDRT.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement