Selebtek.suara.com - Hanya 10 persen manusia di dunia ini yang kidal. Sayangnya, meski persentasenya kecil, 40 persen kasus penyakit mental berasal dari orang kidal.
Para ilmuwan tidak yakin mengapa penyakit mental memiliki peluang lebih tinggi untuk bermanifestasi pada orang kidal, tetapi mereka percaya itu bisa secara langsung terkait dengan cara kerja otak mereka.
Kenapa orang bisa kidal?
Penyebab kidal di otak bermuara pada beberapa kemungkinan. Contohnya seperti gen atau bahkan stresor lingkungan dapat menyebabkan "otak kidal".
Otak kita bergantung pada proses yang disebut lateralisasi, yang memungkinkan tubuh menciptakan area "keahlian." Pemisahan ini memungkinkan pemrosesan yang lebih efisien. Jika terbiasa menggunakan tangan kiri, maka seseorang akan mahir dengan tangan kirinya, begitupun sebaliknya.
Sementara penelitian terbaru tentang genetika yang penting untuk perkembangan otak telah menunjukkan bahwa gen tertentu berhubungan dengan kidal. Namun, gen-gen itu mungkin juga berperan dalam mengapa orang kidal mengalami penyakit mental yang lebih parah.
Tidak terbukti
Tuduhan orang kidal lebih mudah terserang penyakit mental baru sebatas hipotesis. Seperti yang dicatat oleh Big Think dalam sebuah laporan, teori-teori ini tidak terbukti, dan mungkin ada alasan lain di balik mengapa orang kidal mengalami tingkat penyakit mental yang lebih parah.
Namun, saat ini, tampaknya beberapa stresor yang dapat menyebabkan kidal, seperti kerusakan otak yang tidak kentara atau bahkan lateralisasi otak yang lebih sedikit, dapat menyebabkan kemungkinan gangguan mental yang lebih tinggi.
Tapi itu tidak berarti bahwa menjadi kidal itu buruk. Faktanya, ada sejumlah manfaat yang dapat diandalkan oleh individu kidal, seperti peningkatan keterampilan bertarung dan bersaing. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar