/
Selasa, 22 November 2022 | 07:48 WIB
Penampakan saat polisi menggelar olah TKP kasus satu keluarga tewas di Kalideres, Jakbar. (Suara.com/Yaumal)

Pegawai koperasi simpan pinjam tersebut langsung ke luar kamar dan memutuskan untuk tidak melanjutkan proses pegadaian. Ia bahkan mengajak saksi lainnya untuk pergi dari rumah itu.

Ia sempat dikejar oleh ipar dari Rudyanto, Budyanto Gunawan. Budyanto memohon kepada pegawai tersebut untuk tidak melaporkan apa yang ada di dalam rumah ke siapapun termasuk ke pihak kepolisian.

"Satu saksi dikejar Budyanto 'tolong jangan dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan ke RT ataupun warga sini, tolong'. Ternyata tidak dilaporkan," tutur Hengky saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (21/11/2022).

"Ini yang kami sesalkan, seharusnya kita semua sebagai warga masyarakat tidak boleh persimif." pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga ditemukan tewas membusuk dalam sebuah rumah di kawasan perumahan Citra Garden 1 Extension RT 07/15, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis (10/11/2022) malam.

Hingga kini penyebab pasti kematian keluarga tersebut belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan polisi.

Berbagai dugaan penyebab kematian empat korban itu muncul di masyarakat, mulai dari pengikut sekte sesat, pesugihan hingga ritual puasa sampai mati.(*)

Sumber: Suara.com

Baca Juga: IDI Terjunkan Lebih dari 200 Dokter Untuk Bantu Korban Gempa Cianjur

Load More