/
Selasa, 22 November 2022 | 18:57 WIB
suporter wanita piala dunia qatar (bola.com)

Selebtek.suara.com – Sebagai negara muslim yang berada di Timur Tengah, Qatar mempunyai aturan tersendiri mengenai pergelaran Piala Dunia 2022. Peraturan ini dianggap sebagian orang tidak sesuai dengan budaya Piala Dunia yang semestinya.

Salah satu peraturan Qatar yang dianggap tidak masuk akal yaitu melarang minuman keras sebagai bentuk selebrasi. Hal ini tentunya menimbulkan penolakan dari beberapa pihak, terlebih karena salah satu produk minuman keras menjadi sponsor terbesar dalam perhelatan akbar ini.

Selain itu, Qatar juga melarang orang-orang yang menunjukkan aktivitas LGBT untuk menyambangi Qatar. Artinya setiap orang yang memang menyukai sesama jenis tetap diperbolehkan datang ke Qatar untuk menonton Piala Dunia asalkan tidak menunjukkan sifat-sifat LGBT.

Walaupun menuai kritikan dari berbagai pihak, namun Qatar tetap kukuh dengan pandangannya dan tidak ingin melaksanakan Piala Dunia yang menyimpang dari aturan negaranya.

Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Than, seorang Emir Qatar mengatakan bahwa mereka akan menerima semua orang namun ia berharap agar orang-orang yang datang juga menghormati budaya Qatar.

Pengekangan aturan kebebasan perempuan juga membuat para penggemar sepak bola di dunia seolah enggan datang ke Qatar. Seperti yang kita ketahui bahwa perempuan Qatar tidak bisa menentukan pilihan hidupnya sendiri.

Mereka harus mendapatkan persetujuan wali laki-laki dalam beberapa hal seperti sekolah atau bahkan liburan ke luar negri. Saking ketatnya peraturan mengenai perempuan, Qatar menganggap kehamilan di luar nikah adalah bentuk tindak kriminal yang dilakukan oleh seorang perempuan. 

Bahkan melaporkan tindakan pemerkosaan bisa dianggap sebagai suatu bentuk tindakan pengakuan perzinahan. 

Aturan-aturan inilah yang membuat para perempuan merasa tidak aman untuk datang ke Qatar. Mereka khawatir tidak mendapatkan perlindungan jika sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka.(*) 

Baca Juga: Pelajar SMP Tidak Dibolehkan Naik Motor ke Sekolah, Pemkab Kudus Petakan Trayek Angkutan Perkotaan dan Pedesaan

Load More