- Adopsi layanan digital oleh anak muda menuntut pengelolaan keuangan sadar untuk menjaga stabilitas jangka menengah panjang.
- Indeks literasi keuangan nasional 2025 mencapai 66,46 persen, namun perlu praktik pengelolaan konsisten oleh generasi muda.
- Pemisahan rekening, seperti menggunakan deposito digital, disarankan untuk disiplin finansial tanpa mengorbankan gaya hidup praktis.
Suara.com - Gaya hidup serba cepat dan praktis kini menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian anak muda Indonesia.
Mulai dari ngopi sepulang kerja, berlangganan platform hiburan, belanja daring, hingga transaksi harian melalui ponsel, hampir seluruh aktivitas keuangan dapat dilakukan hanya dalam beberapa sentuhan layar.
Seiring pesatnya adopsi layanan keuangan digital, tantangan yang dihadapi generasi muda bukan lagi sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola keuangan secara sadar dan terencana agar stabilitas finansial jangka menengah dan panjang tetap terjaga.
Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani, mengatakan anak muda saat ini dikenal aktif dan produktif, namun perlu strategi pengelolaan uang yang tepat.
“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Lindawati dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa (17/2/026).
Secara nasional, kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan menunjukkan tren positif.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen.
Angka ini mencerminkan semakin banyak masyarakat yang memahami produk dan layanan keuangan.
Meski demikian, peningkatan literasi dinilai perlu diiringi praktik pengelolaan yang konsisten, khususnya di kalangan generasi muda yang aktif bertransaksi secara digital.
Baca Juga: Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
Kemudahan transaksi digital memang memberikan fleksibilitas dalam menikmati gaya hidup. Namun, fokus pada kebutuhan harian dan hiburan kerap membuat perencanaan keuangan jangka menengah berjalan tanpa disadari.
Salah satu kebiasaan yang umum terjadi adalah penggunaan satu rekening utama untuk seluruh kebutuhan, mulai dari transaksi rutin hingga pengeluaran gaya hidup.
Menurut Lindawati, pemisahan rekening dapat menjadi langkah sederhana namun efektif untuk membantu anak muda mengatur arus kas.
"Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” katanya.
Ia menjelaskan, tabungan digital dapat difungsikan sebagai pusat kendali transaksi harian, sementara simpanan berjangka seperti deposito berperan sebagai alat disiplin finansial karena dana tidak mudah dicairkan secara spontan.
Pendekatan ini dinilai selaras dengan karakter Generasi Z dan Milenial yang memanfaatkan bank digital sebagai bagian dari gaya hidup.
Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi faktor utama layanan perbankan digital semakin diminati.
Di SeaBank Indonesia, misalnya, rata-rata transaksi harian tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari.
Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital disebut menjadi pilihan relevan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masa kini dan masa depan.
Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, skema berjangka membantu menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah derasnya transaksi digital.
“Deposito digital kami lihat bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” tutup Lindawati.
Dari sisi keamanan, SeaBank Indonesia menyatakan, telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berada dalam pengawasan Bank Indonesia.
Dengan pendekatan yang lebih sadar dan terencana, gaya hidup modern dinilai tidak harus menjadi beban finansial.
Anak muda tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara fleksibel, sembari membangun fondasi keuangan yang lebih stabil untuk masa depan.
Berita Terkait
-
Laba Sebelum Pajak SeaBank Kuartal II-2024 Rp 204 Miliar, Naik 350 Persen
-
SeaBank Pinjam: Pinjaman Langsung Bunga Rendah Khusus Nasabah 'Baik'
-
Tutup Kuartal I-2024, SeaBank Cetak Laba Rp52 Miliar
-
Bunga Deposito SeaBank, Bank Jago, Jenius, dan LINE Bank
-
Lebih Untung di SeaBank! Deretan Cashback Akhir Tahun Mulai dari HokBen, Solaria hingga Bakmi GM
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
Terkini
-
Kesulitan Keuangan, Wendy'S Tutup Ratusan Gerai di Amerika Serikat
-
Harga Emas Antam Lagi-lagi Merosot di Liburan Imlek, Dibanderol Rp 2,91 Juta/Gram
-
Transisi Energi Tak Cuma Proyek Jumbo, Kini Startup Energi Hijau Ikut Tancap Gas
-
PLN Bangun SPKLU dengan Teknologi Canggih di Gading Serpong
-
Tips Investasi Keuangan saat Shio Kuda Api, Simak di Sini
-
Viral Nasabah Susah Narik Uangnya di Tabungan, BCA Digital Buka Suara
-
PLN, MEBI, dan HUAWEI Resmikan SPKLU Signature dengan Ultra-Fast Charging dan Split Charging Pertama
-
Harga Cabai Masih 'Pedas', Bapanas Siapkan Intervensi
-
Kemendag Keluarkan Harga Patokan Eskpor Komoditas Tambang, Ini Daftarnya
-
Menkeu Purbaya Resmi Alihkan Dana Desa Rp34,5 T ke Koperasi Merah Putih