/
Selasa, 06 Desember 2022 | 21:12 WIB
Ferdy Sambo (YouTube KOMPASTV)

Selebtek.suara.com - Terdakwa kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Ferdy Sambo membantah kesaksian Richard Eliezer atau Bharada E terkait adanya wanita misterius yang menangis saat keluar dari rumah Bangka.

Ferdy Sambo menegaskan, tidak ada alasan perselingkuhan di balik kasus penembakan yang menewaskan Yosua.

Ia bersikeras menyebut Yosua telah memperkosa istrinya, Putri Candrawathi sehingga membuatnya emosi dan memutuskan mengeksekusi mantan ajudannya itu.

"Jelasnya istri saya kan diperkosa sama Yosua. Tidak ada motif lain apalagi perselingkuhan," tegas Sambo kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022), dikutip dari Suara.com.

Terkait pernyataan Richard Eliezer, Ferdy Sambo akan mencecar balik hal tersebut di persidangan. Ia menduga ada seseorang yang memerintahkan Richard untuk mengatakan hal itu saat bersaksi di persidangan.

"Nanti kita tanyakan ke dia, kita akan tanyakan di persidangan," kata Sambo.

"Siapa yang nyuruh dia ngarang seperti itu," lanjutnya.

Kolase potret Richard Eliezer alias Bharada E dan Ferdy Sambo (sumber: Suara.com/Alfian Winanto)

Pengacara pihak keluarga Brigadir J percaya kesaksian Richard Eliezer

Sementara itu, kuasa hukum keluarga Yosua Martin Lukas Simanjuntak, menilai pernyataan Ferdy Sambo yang menyebut Yosua memperkosa Putri Candrawathi merupakan tuduhan yang prematur.

Baca Juga: Pendapatan Parkir Liar di Jakarta Diperkirakan Capai Rp460 M, Heru Budi Diminta Audit Dishub DKI

Menurut Martin, hal itu adalah klaim sepihak yang belum pasti kebenarannya lantaran tidak berdasarkan adanya alat bukti seperti visum et repertum.

"Saya pikir itu tuduhan yang prematur ya manakala di dalam surat dakwaan disampaikan bahwa hak tersebut hanyalah klaim sepihak yang belum pasti kebenarannya," kata Martin saat dihubungi Suara.com, Selasa (6/12/2022).

"Karena tidak didasarkan bukti-bukti yang kuat hanya keterangan satu saksi atau keterangan terdakwa dan tidak didukung kesaksian lain," jelas Martin.

Dalam hal ini, pihak keluarga Yosua lebih mempercayai kesaksian Richard Eliezer. Martin menambahkan, majelis hakim dan jaksa juga tidak ada yang meragukan kesaksian tersebut.

"Jujur kami dalam hal ini lebih mempercayai apa yang disampaikan oleh Richard Eliezer," ujar Martin.(*)

Sumber: Suara.com

Load More