Selebtek.suara.com - Kisah kehidupan Tiko yang belasan tahun sendirian merawat ibunya, menyita perhatian publik belakangan ini.
Tiko dan ibunya, Eny yang menderita depresi, hidup berdua dalam rumah mewah yang sudah terbengkalai lama tanpa air bersih dan listrik.
Ibu Eny disebut alami gangguan jiwa usai ditinggal pergi oleh suaminya, Herman Moedji Susanto pada tahun 2011 lalu.
Kini, fakta mengejutkan diungkap oleh keluarga besar ayah Tiko. Anak pertama Herman Moedji Susanto menyebut ayahnya telah meninggal pada tahun 2015.
Bukan itu saja, ia juga mengatakan bahwa Tiko bukanlah anak kandung Herman Moedji Susanto.
Hal itu di ungkap Uri Muji Astuti, anak Herman Moedji Susanto dari istri pertamanya, dalam sambungan telepon di kanal YouTube Pratiwi Noviyanthi yang diunggah pada 6 Januari 2023.
Awalnya Uri membantah ayahnya telah meninggalkan Eny dan menelantarkan mereka. Ia menyebut justru Eny lah yang mengusir Herman Moedji Susanto dari rumah.
“Saya kaget melihat pemberitaan di YouTube, di TV. Selama ini ayah saya, Herman Moedji Susanto seakan-akan kesannya seorang suami yang sangat dzolim terhadap istri dan anaknya yang meninggalkan berpuluh tahun sampai Ibu Eny depresi dan Tiko juga tidak terurus,” ujar Uri.
“Ternyata, sebenarnya bukan seperti itu. Bapak itu bukan meninggalkan, malah disuruh keluar dari rumah yang besar itu,” lanjutnya.
Baca Juga: Kepergok Mandi di WC SPBU, Tiga Anak Gadis di OKU Sumsel Disekap
Setelah ayahnya diduga diusir dari rumah, ia tinggal di tempat lain namun masih di kawasan Jakarta.
Uri pun sempat menengok ayahnya di tempat tersebut yang disebutnya sangat menyedihkan.
"Rumah kondisi itu belum jadi, belum ada atapnya cuma ada kamar satu, ayah saya itu disitu. Sampai saya nangis ketemunya," tutur Uri.
Akhirnya Uri menjemput ayahnya dan membawanya ke Makassar. Lalu Herman Moedji Susanto menetap di Madiun hingga meninggal di tahun 2015.
Uri kembali menegaskan bahwa cerita Tiko di media tidak sepenuhnya benar.
"Memang benar kedaan mereka seperti itu. Itu mnurut saya kesalahan mereka sendiri bukan kesalahan ayah saya, karena ayah saya kan sudah menyerahkan rumah itu dalam kondisi baik, utuh masih bagus," ucap Uri.
Berita Terkait
-
Tiko Rawat Ibu Eni yang ODGJ Sendirian di Rumah, Bagaimana Sih Caranya yang Benar?
-
Mantan ART Bongkar Sifat Asli Bu Eny 'Rumah Terbengkalai Tanpa Listrik' Sebelum Depresi
-
Kawasan Cukup Elit, Rumah di Lingkungan Bu Enny Ternyata Dihargai Miliaran
-
Ayah Tiko yang Rawat Ibu ODGJ 12 Tahun Ditemukan, Diduga Sudah Meninggal
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas