Selebtek.suara.com - Venna Melinda membeberkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh Ferry Irawan di kamar hotel saat keduanya menginap di Kediri, Jawa Timur pada Minggu (8/1/2023) lalu.
Menurut pengakuan Venna Melinda, KDRT yang dialaminya sudah berlangsung tiga bulan belakangan. Ia kerap dibekap dan dipiting jika keinginan sang suami tidak terpenuhi terutama soal hubungan intim.
Insiden yang terjadi di Kediri itu merupakan puncak KDRT yang diterima Venna Melinda. Pasca percekcokan, Ferry langsung membekap mulut, menindih dan kepalanya menekan wajah Venna hingga hidungnya berdarah.
Venna Melinda pun berteriak karena merasakan kesakitan di area hidungnya.
"Tolong.. tolong hidung saya patah," ujar Venna Melinda saat memberikan keterangan kepada awak media.
Mendengar teriakan Venna, Ferry Irawan menghentikan aksinya, namun darah sudah mengocor dari hidung sang istri.
Venna berhasil kabur dari kamar mereka, namun Ferry menghalanginya untuk meminta bantuan dari petugas hotel.
Mirisnya, Ferry juga mencegah Venna untuk mendapatkan pengobatan.
Alih-alih menyesal dan meminta maaf, Ferry justru tidak mengakui perbuatannya di depan orang dan polisi.
"Sebagai seorang perempuan anggaplah suami khilaf, tapi kalau dia sayang sama istrinya, dia melihat istrinya berdarah-darah, dia tidak akan menghalang-halangi. Kalau perlu dia minta tolong ambulans. Tapi disini saya dihalang-halangi," tutur Venna.
"Dan saya ingat benar begitu polisi datang, dia masih bilang 'bukan saya pelakunya'," imbuhnya.
Dari situlah, Venna Melinda merasa sudah tidak perlu lagi mempertahankan rumah tangganya dan mantap untuk menceraikan Ferry Irawan.
Usai mendapatkan pertolongan, Venna langsung dilarikan ke rumah sakit karena merasakan kesakitan luar biasa di area rusuknya.
"Tanggal 8 itu bukan hanya berakibat darah keluar banyak dari hidungnya, tapi karena ditekan begitu kerasa dari atas , ditindih sangta keras, di situlah kerasa rusuknya sudah parah, sehingga langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Hotman Paris selaku kuasa hukum Venna Melinda.(*)
Berita Terkait
-
Verrel Bramasta Sempat Ditelepon Ferry Irawan setelah Kejadian KDRT, Respons Bijaknya Tuai Sorotan
-
Ferry Irawan Minta Bantuan Sunan Kalijaga, Netizen: Cukup Lesti yang Pemaaf
-
Venna Melinda: Saya Sampai Dikunci, Saya Bilang Tolong-tolong Lepaskan
-
Ferry Irawan Maksa Hingga Towel Organ Intim Venna Melinda dengan Kasar Saat Ingin 'Begituan', Apa Hukumnya Dalam Islam?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel