/
Rabu, 12 April 2023 | 18:13 WIB
Cek Fakta: Agnes Gracia Hamil 2 Bulan! Mario Dandy Tak Terima dan Minta Tes DNA (YouTube KABAR POLITIK)

Selebtek.suara.com - Kebohongan Agnes Gracia terbongkar di persidangan kasus penganiayaan terhadap David Ozora. Ia kedapatan mengarang cerita telah diperkosa oleh David yang memicu aksi penganiayaan sadis Mario Dandy

Gadis 15 tahun itu juga mengaku telah lima kali berhubungan intim dengan Mario Dandy, dalang kasus penganiayaan tersebut.

Kini beredar kabar Agnes Gracia telah hamil dua bulan, hasil hubungannya dengan Mario Dandy.

Namun Mario Dandy tidak percaya dan meminta Agnes lakukan tes DNA.

Informasi itu diketahui dari video yang diunggah akun YouTube KABAR POLITIK dengan judul "("Viral") Sambil Nangis Agnes Grasia Akui Hamil, Mario Dendy Minta Tes DNA."

Pada thumbnail video terlihat kolase foto Mario Dandy mengenakan baju tahanan yang didampingi beberapa petugas polisi.

"Fakta Baru Mengejutkan.!! Agnes Akui Hamil 2 Bulan Berontak Tak Terima, Mario Dendy Minta Tes DNA."

Lantas benarkah klaim video tersebut?

Mario Dandy Satriyo dan Agnes (sumber: Instagram)

CEK FAKTA

Baca Juga: Sinopsis Kartu Pos Wini, Kisah Pejuang Kanker Cilik Dalam Melawan Sakitnya

Setelah ditelusuri, video yang berdurasi 10 menit 6 detik itu tidak memberikan bukti ataupun penjelasan bahwa Agnes Gracia telah hamil 2 bulan.

Bukti terkait permintaan tes DNA dari Mario Dandy tidak dijelaskan.

Faktanya video tersebut hanya mengutip berita terkait penganiayaan David Ozora yang dimuat dalam sebuah media online.

Video tersebut juga menyinggung Kak Seto yang sempat ingin melindungi Agnes Gracia selaku salah satu tersangka penganiayaan David.

Video dan foto yang ditampilkan dalam video tidak menampilkan wawancara Mario Dandy yang meminta tes DNA ataupun menunjukkan bukti kehamilan Agnes.

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Agnes Gracia hamil 2 bulan dan Mario Dandy meminta tes DNA adalah tidak benar.

Isi video tidak selaras dengan judul, sehingga dapat disimpulkan informasi tersebut mengandung konten yang menyesatkan alias hoaks.(*)

Load More