/
Jum'at, 30 Juni 2023 | 15:18 WIB
Dewi Perssik (Instagram/@dewiperssik9)

Selebtek.suara.com - Dewi Perssik dipertemukan dengan Ketua RT tempat dia tinggal bernama Malkan setelah sebelumnya Dewi Perssik merasa tak diayomi. Pertemuan ini berlangsung di masjid, dengan seorang ustaz sebagai penengah.

Permasalahan ini muncul saat Dewi Perssik ingin menitipkan sapi di masjid. Ia pun mendapat laporan kalau dirinya dipalak dengan nominal yang cukup besar yakni Rp100 juta.

Di lain sisi Malkan membantah jika dirinya meminta uang Rp100 juta. Malkan menyatakan ia hanya mengatakan tak akan membantu walaupun dibayar Rp100 juta karena menyangkut harga diri.

Perempuan yang sudah menjanda tiga kali ini mengaku jika dirinya merasa tersinggung karena menerima perlakukan yang kurang menyenangkan dari RT.

"Saya punya niat baik dimana tiap tahun yang saya lakukan memberikan sembako buat warga-warga saya walaupun door to door. Kemudian saya mendapat perlakuan yang saya anggap bapak warga sini. Saya minta tolong tapi ditanggapi tidak baik," ucap Dewi Perssik yang mulai tersulut emosinya.

Di pertengahan pertemuan, emosi Dewi Perssik semakin naik. Ia bahkan sampai tolak pinggang dihadapan ustaz dan Ketua RT.

"Saya bukan tempat penitipan sapi. Mesjid bukan tepat berak sapi saudara," terang Malkan.

"Mesjid punya umum bukan punya bapak," timpal perempuan yang akrab disapa Depe.

Sang Ketua RT kemudian tak terima dengan ucapan Dewi Perssik. Keduanya lalu adu mulut. Bahkan Depe sampai dilerai beberapa orang agar emosinya mereda.

Baca Juga: AFC U-17: Jelang Final, 3 Pemain dari Kedua Negara Berburu Gelar Top-Scorer

Kondisi pertemuan semakin memanas saat seorang perempuan nyeletuk di belakang RT. Sayangnya tak terdengar jelas ucapan orang tersebut.

Sang ustaz yang melihat kondisi tak kondusif lagi kemudian membaca solawat. Depe pun langsung ditarik mundur sambil menangis. 

Depe masih terus marah-marah karena merasa masih tak terima. Terdengar pula sorakan warga yang cukup riuh. Hingga akhirnya pertemuan ini pun tidak mendapatkan titik temu. (*)

Load More