Selebtek.suara.com - Pulau Onrust di Kepulauan Seribu punya sejarah menarik yang menjadi bagian dari masa lalu zaman penjajahan Belanda. Kisah tentang pulau ini cukup mistis dan misterius karena dipercaya adanya Kutukan Peti Mati.
Berdasarkan kisah horor tersebut, PT. Balai Pustaka berkerjasama dengan Adroit menghadirkan film Kutukan Peti Mati yang diangkat dari kisah Pulau Onrust di Kepulauan Seribu.
Film karya sutradara Irham Acho Bahtiar ini siap memberikan tontonan yang menghibur sekaligus mengedukasi tentang fakta sejarah yang ada disekitar Pulau Onrust.
Menurut Achmad Fachrodji selaku Direktur Utama PT. Balai Pustaka, film Kutukan Peti Mati ini diangkat dari novel yang berjudul Sarcophagus Onrust. Novel tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak Intellectual Property (IP) yang dimiliki oleh Balai Pustaka.
“Film ini diangkat dari buku Intellectual Property (IP) yang ada di Balai Pustaka, dimana Menteri BUMN sangat berharap Balai Pustaka bisa bangkit dan melesat menjadi IP Licensing Company. Ini berarti Balai Pustaka mengangkat cerita, buku-buku legenda cerita rakyat yang ada di Balai Pustaka. Jumlahnya ribuan, bahkan para sineas Indonesia sudah berkunjung ke Balai Pustaka ingin bekerja sama dengan Balai Pustaka,” kata Achmad dalam keterangan tertulis, Kamis (20/7/2023).
Sang sutradara Irham Acho Bahtiar mengaku tertarik dengan penggarapan film berbalut misteri dan horor tersebut. Terlebih ada muatan sejarah dalam film tersebut.
"Onrust memiliki sejarahnya sendiri. Dulu katanya sempat menjadi tempat karantina haji zaman Belanda," kata Acho.
Acho membocorkan, dalam film yang diangkat dari novel Sarcophagus Onrust karya Astryd Diana Savitri ini dirinya menggambarkan peristiwa sejarah di masa lalu semasa penjajahan Belanda di Tanah Air.
“Kami menggambarkan juga dengan peristiwa wabah di Eropa yang terjadi di masa lalu. Kita sembari belajar sejarah lah. Penulis sangat cerdas menurut saya, dia menggabungkan sejarah dengan fiksi dan menjadi sesuatu yang menarik," sebut Acho.
Sementara itu menurut Astryd, adanya makam Maria Van de Velde yang berukir puisi di Pulau Onrust juga menjadi salah satu daya tarik wisatawan.
Makam bersejarah itulah yang menjadi salah satu sumber inspirasi Astryd dalam pembuatan novelnya.
"Makam Maria Van de Velde dengan puisi menjadi menarik. Terkait ada tulisan Jehova. Pada abad ke-17 itu banyak saksi-saksi Jehova, kelompok kristiani yang hanya mempercayai monotheist, kepercayaan pada satu ketuhanan. Tapi pada abad 17, ada juga orang-orang yang tidak memahami makna Ketuhanan. Sehingga berkiblat pada iblis. Itu yang menjadi alasan kita menguak sejarah sedikit demi sedikit," beber Astryd.
Film Kutukan Peti Mati, mengisahkan tentang kejadian mistis penuh misteri yang dialami dua mahasiswa Arkeologi, Susan (Yoriko Angeline) dan Bram (Aliff Alli Khan).
Keduanya baru saja melakukan perjalanan ke Pulau Onrust dan mengunjungi makam berukir puisi.
Dalam perjalanan tersebut, Bram menemukan sebuah buku kuno berbahasa Belanda. Kemudian, buku misterius ia diberikan kepada Susan.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Merinding, Ada Sosok Vanessa Angel di Sekolah Gala Sky, Netizen: yang Salim Sama Gala dari Belakang...
-
Bikin Pemilik Vespa LX Menyesal! Skutik Retro Ini Fiturnya Super Canggih, Harganya Ramah Kantong Mahasiswa
-
Mantan Karyawan Ponpes Al Zaytun Buat Pengakuan Mengerikan Soal Al Zaytun: Banyak yang Hancur dan Berantakan!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kutukan Cahaya di Ujung Purworejo
-
Perempuan Berpendidikan sebagai Calon Ibu: Upaya Terdidik Sebelum Mendidik
-
Pria Ini Imbau Umat Islam di Bali Takbiran di Rumah saat Nyepi, Langsung Diprotes
-
Pabrik Semen Pertama di Asia Tenggara, Fadli Zon Dorong Indarung I Jadi Ruang Seni
-
4 Inspirasi OOTD Bukber ala Dinda Hauw: Tampil Modest, Elegan, dan Classy!
-
Zhang Linghe Rasis ke Asia Tenggara, Dracin Pursuit of Jade Tetap Melambung di Netflix
-
Alasan Program RT Berkelas Kota Malang Belum Bergulir
-
Tips Sederhana Rawat Mobil Mazda Sebelum Lakukan Perjalanan Mudik Lebaran 2026
-
Tragedi di Balik Dinginnya Cihampelas: Ketika Seteru Pelajar Merenggut Nyawa Siswa SMAN 5 Bandung
-
Saat Teman Lain Belajar, Mereka Masih di Jalan: Kisah Siswa Bogor yang Tempuh 2 Jam Perjalanan