Selebtek.suara.com - Keisya Levronka menjadi perbincangan publik lantaran kontroversinya saat menghadiri acara podcast Marlo Ernesto. Banyak yang menilai Keisya tidak memiliki etika dan lancang.
Menanggapi hal tersebut, pria yang mengaku sebagai humas Keisya Levronka angkat bicara. Melalui statusnya di akun Twitter @@xhelmix, ia mejelaskan jika dirinya berkewajiban untuk memastikan Keisya Levronka tampil dengan sopan di semua pertemuan profesional.
"Sebagai humas Keisya Levronka, adalah tanggung jawab saya untuk memastikan bahwa dia tampil dengan hormat dan sopan dalam semua pertemuan profesional," tulisnya dalam bahasa Inggris.
Namun, ia merasa kecewa karena hal tersebut tidak terjadi saat wawancara bersama Marlo Ernesto dan podcast lainnya. Ia pun berjanji akan menyelesaikan masalah ini sesegera mungkin.
"Kami memahami pentingnya interaksi media dalam membentuk persepsi publik dan membangun hubungan positif dengan audiens dan mitra di industri ini," katanya.
"Saya memastikan bahwa kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan berkomitmen untuk segera menangani masalah ini," lanjutnya.
Terkait akun Instagram Marlo yang lenyap, pria bernama Helmi ini berjanji akan membantu Marlo agar akun Instagramnya kembali pulih.
"Kami akan memberikan dukungan kepada mitra kami untuk menghubungi Instagram jika diperlukan untuk memulihkan akun," tulisnya.
Terakhir Helmi juga menjelaskan pihak Keisya Levronka berjanji akan memperbaiki etitude dan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan.
Baca Juga: Rincian Formasi CPNS 2023 dan PPPK Terbaru, Ada yang Kamu Minati?
"Kami melindungi privasi dan kepentingan klien kami yang terhormat, kami memahami bahwa individu terkenal, selebritas, dan figur publik terkadang membutuhkan jeda dari pusat perhatian," pungkasnya.
Klarifikasi ini pun langsung ditanggapi oleh para netizen. Banyak yang menilai permintaan maaf dari manajemen Keisya Levronka tidak serius karena menggunakan bahasa Inggris.
"Bang lu pake bahasa indo aja, doi enggak se-internasyional itu," tulis akun @21ao***.
"uda lah bang.. pake bahasa kita aja kalo klarifikasi, ga keliatan tambah pinter ko kalo pake bahasa asing.. malah keliatan kalo pake chat gpt HAHAHA," kata akun @hello***.
"wouwww...ini bocil undah artis level internasional kayaknya, sampe orang yang ngaku Publicist aka PR nya enggak bisa lihat "public" yang dia ajak komunikasi siapa?? sedih baim...ngaku PR tapi kagak tahu cara komunikasi," kata akun @nino***. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Jadwal KRL Jakarta-Bogor Hari Ini: Tips Cek Kereta Pertama dan Terakhir Secara Real Time
-
Willy Dozan Akui Tak Bisa Lagi Lakukan Adegan Ekstrem, Ada Pengapuran di Kaki
-
Tembus Langsung ke Parung Tanpa Lewat Sentul, Proyek Flyover Bomang Mulai Digarap 2027
-
5 Poin Penting Kasus Pencemaran Asam Nitrat PT Vopak Terminal Merak yang Bikin Geger Cilegon
-
Setelah Penantian 12 Tahun, Akhirnya Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data