Selebtek.suara.com – Salah satu pulau yang terkenal dengan keindahannya yaitu Pulau Natal atau Christmas Island. Pulau ini sebenarnya dimiliki oleh Australia.
Namun uniknya, meskipun dimiliki oleh Australia, Pulau Natal berada lebih dekat dengan pulau Jawa. Uniknya lagi, meskipun bernama Pulau Natal, pulau ini dihuni oleh mayoritas muslim.
Bahkan, agama kedua yang mendominasi Pulau Natal bukanlah Kristen, melainkan Budha.
Saat berkunjung ke pulau ini, orang-orang akan kaget karena Pulau Natal bukan dihuni oleh suku Aborigin ataupun orang Eropa Australia, melainkan dihuni oleh Suku Melayu dan Tionghoa. Tak heran, jika wajah masyarakat Pulau Natal lebih terlihat seperti orang-orang di Asia Tenggara.
Negara dengan iklim tropis ini awalnya dimiliki oleh Inggris. Namun pada tahun 1957, Australia yang merupakan bekas koloni Inggris mendapatkan hak atas Pulau Natal ini.
Dinamakan Pulau Natal karena penemunya, Kapten William Mynors menemukan pulau ini bertepatan dengan hari raya natal, tepatnya pada 25 Desember 1643.
Di akhir bulan November hingga Desember, warga dan pengunjung akan menemukan fenomena menarik yaitu adanya migrasi kepiting merah besar. Diperkirakan lebih dari 40-50 juta kepiting darat berwarna merah akan bermigrasi di pulau ini.
Saat Covid-19 merajalela, Pulau Natal menjadi salah satu lokasi yang terbebas dari virus ini. Pasalnya, semenjak tanggal 18 Maret 2020, terdapat larangan untuk mengunjungi pulau ini, kecuali pekerja yang memiliki urusan penting.(*)
Baca Juga: Pengakuan Kurir Bawa Sabu Miliaran Rupiah di Jalur Laut Sungai Musi: Diupah Rp 5 Juta ke Bangka
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta